Perkuat Sistem Peringatan Dini, BPBD Cimahi Bakal Pasang 8 Titik EWS Baru

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi berencana pemasangan delapan titik Early Warning System (EWS) pemantauan muka air baru

Perkuat Sistem Peringatan Dini, BPBD Cimahi Bakal Pasang 8 Titik EWS Baru

INILAHKORAN.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi berencana pemasangan delapan titik Early Warning System (EWS) pemantauan muka air baru. 

Upaya tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan wilayah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, menjelang puncak musim hujan yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi pada Maret 2026.
 
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan menjelaskan, pemasangan EWS ini merupakan respons nyata terhadap kondisi geografis Cimahi yang memiliki risiko bencana tersebar hampir di seluruh wilayah. 

"Hampir di semua 15 kelurahan di Cimahi ada titik rawan bencana. Oleh karena itu, tahun ini kami berencana memasang delapan titik EWS untuk pemantauan muka air secara lebih maksimal," kata Fithriandy, Selasa 17 Februari 2026.
 
Fithriandy berharap, hadirnya perangkat pemantauan otomatis ini bisa memberikan sinyal peringatan dini yang lebih cepat dan akurat. 

"Terlebih terhadap potensi banjir genangan dan limpasan air yang kerap terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi melanda," katanya. 

Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan status Siaga Daerah Geohidrometeorologi yang saat ini diberlakukan di Kota Cimahi, di mana kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi lintas instansi telah ditingkatkan.
 
"Jika diperlukan untuk pengarahan, penanganan, distribusi bantuan, maupun penanggulangan, kami bisa lebih siap," bebernya. 

"EWS ini akan menjadi mata dan telinga tambahan bagi kami dalam memantau kondisi lapangan secara real-time," imbuhnya.
 
Berdasarkan dokumen Kajian Risiko Bencana Kota Cimahi, sebut Fithriandy, terdapat 10 jenis ancaman bencana yang harus diantisipasi, mulai dari banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, potensi aktivitas Sesar Lembang, hingga gangguan teknologi dan kondisi darurat lainnya. 

Oleh karenanya, pihaknya juga menekankan dampak cuaca ekstrem saat ini berskala luas, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan mengacu pada rilis harian BMKG.
 
"BMKG merilis setiap hari untuk antisipasi potensi cuaca ekstrem, termasuk di Kota Cimahi yang harus diwaspadai. Puncaknya di bulan Maret, jadi kita harus benar-benar siaga," ucapnya.
 
Selain penguatan infrastruktur teknologi seperti EWS, lanjut Fithriandy, BPBD Cimahi juga mengedepankan strategi pengurangan kerentanan melalui peningkatan ketangguhan masyarakat. 

Ia menilai, edukasi kebencanaan terus digalakkan agar masyarakat memahami langkah evakuasi mandiri, terutama di lingkungan keluarga sebagai unit terkecil.
 
"Edukasi kebencanaan juga ditingkatkan sebagai upaya mendorong kesiapan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak bencana," ujarnya. 

"Teknologi seperti EWS akan sangat efektif jika diimbangi dengan kesadaran dan kesiapsiagaan warga," pungkasnya. *** 


Editor : Ahmad Sayuti