Masih Puncak Musim Hujan, Iwan Suryawan Ingatkan Soal Mitigasi Bencana
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengungkapkan, curah hujan tinggi dengan intensitas mencapai 300-500 mm per bulan diprediksi terjadi hingga Januari 2026
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengungkapkan, curah hujan tinggi dengan intensitas mencapai 300-500 mm per bulan diprediksi terjadi hingga Januari 2026.
Menyoroti hal ini, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Iwan Suryawan mengingatkan pemerintah provinsi agar terus waspada dan melakukan mitigasi terhadap bencana hidrometeorologi, mengingat kini tengah berada di puncak musim hujan.
Terlebih, status darurat bencana telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025, yang berlaku sejak September 2025 hingga April 2026 mendatang.
Musibah bencana yang terjadi di Sumatera pada akhir tahun lalu, harus menjadi catatan bagi Pemprov Jabar, juga kabupaten/kota bagaimana menyiasati meminimalisir potensi bencana dan korban jiwa.
"Artinya kita harus melakukan upaya preventif. Kita juga sudah bisa memprediksi sebetulnya, daerah rawan di mana saja. Contohnya Sukabumi, sudah ada tanda-tanda itu. Artinya dari sekarang harus harus antisipasi," ujar Iwan dikutip Minggu 11 Januari 2026.
Langkah pertama kata dia, pemerintah baik melalui BNPB maupun BPBD, harus memasifkan edukasi kepada masyarakat, khususnya di daerah rawan bencana.
"Kasih dulu upaya preventif kepada masyarakat. Jangan nunggu pas banjir dulu, baru turun. Bencana tidak bisa dilawan. Tapi upaya ini minimal warning ke warga," ucapnya.
Bila terjadi bencana lanjut Iwan, juga harus ada strategi cepat dalam proses pemulihan. Jangan sampai kata dia, masyarakat menjadi terlantar.
"Kalau ada bantuan dari luar, kita tidak terlalu khawatir. Tapi sebagai pemerintah, ya kita harus siapkan. Makanya saya selalu ingatkan, Dinsos misalnya. Bufferstock siapkan, agar kalau ada apa-apa cepat," katanya.
Sisi lain, koordinasi dan komunikasi antara BNPB dan BPBD kata dia harus intensif, supaya bila terjadi bencana bisa langsung gerak cepat dalam penanganan.
"Siap siaga dalam menghadapi kayak gini. Nah kalau ini minimal kita lakukan, mitigasi ini. Maka kita bisa meminimalisir dampak dari bencana," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

