Nasabah BNI Hati-hati! Penipuan Telepon Modus Bank Terjadi, Ini yang Harus Dilakukan
BNI menginbau agar nasabah berhati-hati atas penipuan modus mengatasnamakan bank yang kembali terjadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Modus Penipuan melalui Telepon yang mengatasnamakan pihak Bank khususnya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk kembali terjadi.
Pihak BNI kini mengingatkan Nasabah mereka untuk lebih waspa dan tidak mudah percaya terhadap telepon yang mengatasnamakan pihak bank yang berujung pada penipuan.
Seperti oenipuan telepon bank yang sering terjadi, pelaku biasanya akan menyampaikan informasi pribadi mengenai masalah rekening atau transaksi korban untuk memancing kepanikan.
Saat korban mulai panik biasanya pelaku akan langsung menawarkan bantuan dan mengarahkan korban melakukan tindakan tertentu yang bahkan sedikit memaksa.
"Jangan mudah percaya pada panggilan yang mengatasnamakan bank, terutama jika disertai tekanan untuk segera mengambil tindakan,” tutur Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo.
Dalam kasus penipuan melalui telepon ini, biasanya pelaku akan memanfaatkan rasa takut dan kepanikan agar korban tidak memiliki cukup waktu untuk berpikir jernih.
Maka dari itu, pihak bank BNI meminta nasabahnya unuk tetap tenang jika mendapat telepon penipuan, nasabah diminta untuk tidak terburu-buru mengikuti instruksi, dan memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi BNI.
Modus Penipuan Atas Nama Bank yang Sering Dilakukan Pelaku
Dalam praktik penipuan melalui telepon ini, pelaku biasanya dapat menginformasikan adanya transaksi mencurigakan, pemblokiran rekening, penyalahgunaan kartu, atau gangguan keamanan akun.
Untuk meyakinkan para korbannya, pelaku akan menawarkan bantuan sambil meminta data pribadi, kode verifikasi, atau mengarahkan korban untuk membuka tautan maupun mengakses aplikasi tertentu yang dikirimkan oleh pelaku.
Salah satu pendekatan komunikasi yang kerap dimanfaatkan pelaku adalah teknik NLP (neuro-linguistic programming atau pemrograman neuro-linguistik), yaitu pendekatan yang berkaitan dengan penggunaan bahasa, pola pikir, dan perilaku.
Pola komunikasi semacam ini dalam konteks penipuan dapat digunakan untuk membangun kepercayaan, menciptakan rasa takut atau urgensi, serta mendorong korban mengikuti instruksi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Hal yang Harus Dilakukan Korban saat Ditelpon Penipu
Apabila mencurigai sedang menjadi sasaran penipuan yang mengatasnamakan bank, pihak BNI mengimbau nasabah untuk segera menghentikan komunikasi, tetap tenang, dan tidak memberikan data atau mengikuti instruksi apa pun dari penelepon.
Nasabah juga tidak boleh membuka tautan, mengunduh aplikasi, menghubungi nomor yang diberikan, atau melakukan transaksi atas perintah pelaku sebelum memastikan kebenaran informasi.
Nasabah juga dapat melakukan verifikasi secara mandiri melalui kanal resmi BNI yaitu BNI Call 1500046 atau kanal resmi BNI, yaitu Instagram @BNI46, Facebook BNI, X @BNI dan @BNI_CustomerCare, TikTok @BNI46, serta situs resmi www.bni.co.id.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Memberikan Data Pribadi?
Jika sebelumnya telah memberikan data rahasia, mengakses tautan, mengunduh aplikasi, atau melakukan transaksi yang mencurigakan, nasabah disarankan segera menghubungi pihak BNI untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
BNI kembali menegaskan bahka pihaknya tidak pernah meminta data rahasia nasabah, seperti PIN, nomor kartu, kode CVV, kode OTP, kode transaksi, maupun password melalui telepon, pesan singkat, email, atau media komunikasi lainnya.
Nasabah diminta untuk tidak memberikan informasi tersebut kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, BNI terus mengedepankan pelindungan konsumen melalui penyediaan layanan perbankan yang aman serta edukasi mengenai berbagai modus kejahatan digital dan cara bertransaksi secara aman.***
Editor : Irma Nurfajri

