Persatuan Emirat Arab Butuh Tenaga Perawat dan Paramedis, Ini Persyaratannya!
Pemerintah Persatuan Emirat Arab (PEA) membutuhkan banyak tenaga kerja perawat, paramedis, dan asisten kesehatan. Namun dengan standar PEA.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Persatuan Emirat Arab (PEA) membutuhkan banyak tenaga kerja perawat, paramedis, dan asisten kesehatan. Namun dengan standar kualifikasi yang telah ditetapkan negara PEA.
Terkait hal itu, PEA pun menawarkan kerjasama krpada pemerintah Indonesia untuk penempatan tenaga kerja profesional dan pemagangan.
Hal itu disampaikan oleh Ahmed Alhajeri selaku CEO National Ambulance, perusahaan yang bergerak di penyediaan jasa ambulans berada di bawah Kementerian Dalam Negeri PEA kepada Direktur Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kemnaker, Muhammad Ali di Dubai, PEA, Selasa 22 Desember 2021.
"Mereka (PEA) perlu banyak tenaga kerja perawat dan paramedis. Ini bisa dikerjasamakan nantinya, baik skema penempatan maupun pemagangan, " ujar Ali Hapsah dikutip dari laman resmi Kemnaker.
Baca Juga: 3 BLT Ini Bakal Cair 2022, Kamu Penerimanya?
Ali Hapsah menjelaskan, untuk menangkap peluang kerja dari PEA tersebut, pihaknya memiliki dua opsi. Pertama, untuk meningkatkan standar tenaga kerja yang dibutuhkan PEA, pihaknya menawarkan kerja sama peningkatan kompetensi para calon tenaga kerja agar mampu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan sebelum penempatan.
"Keterampilan yang perlu ditingkatkan adalah selain kemampuan dasar bahasa Inggris, juga kemampuan teknis. Setelah sesuai kriteria yang diinginkan, Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) tersebut baru di bawa ke sini, " kata Ali Hapsah.
Baca Juga: Polisi Prediksi Tak Ada Kepadatan Lalu Lintas Hingga Tahun Baru 2022
Opsi kedua lanjut Ali Hapsah, yakni merekrut tenaga kerja yang secara persyaratan dasar sudah terpenuhi, tetapi belum sampai pada level yang diharapkan di negara PEA. Para tenaga kerja itu dibawa ke PEA sebagai peserta magang hingga kompetensinya mencapai level yang dibutuhkan.
"Ketika sudah mencapai level yang diinginkan, barulah dikonversi menjadi pekerja permanen. Tadi kami sudah sepakat, dan meminta Ambassador untuk membicarakan dengan Menteri Kesehatan di PEA untuk merealisasikan rencana kerja sama tersebut, " ujarnya.***
Editor : inilahkoran


