Nyaris Berkelahi dengan Antonio Conte, Thomas Tuchel Buka-bukaan Apa yang Terjadi
Pelatih Chelsea Thomas Tuchel dan arsitek Tottenham Hotspur Antonio Conte nyaris berkelahi di lapangan. Apa sesungguhnya yang terjadi?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, London – Pelatih chelsea thomas tuchel dan arsitek tottenham hotspur antonio conte nyaris berkelahi di lapangan. Apa sesungguhnya yang terjadi?
Dua kali kedua pelatih bertikai sepanjang 90 menit pertandingan yang berlangsung cepat itu di Stamford Bridge, Minggu. Keduanya yakni saat tottenham hotspur menyamakan kedudukan dan saat laga chelsea vs tottenham hotspur di Stadion Stamford Bridge itu selesai.
Tottenham bangkit dari ketinggalan dua kali untuk mengakhiri pertandingan 2-2 melawan chelsea, dengan gol penyama kedudukan pada menit ke-96 dari Harry Kane.
Tapi ada banyak kontroversi setelah Tuchel bersikeras tidak ada gol yang dihitung. Paling menyita perhatian adalah nyaris terjadinya perkelahian antara thomas tuchel dengan antonio conte.
thomas tuchel, pelatih asal Jerman itu masih mengeluh kepada wasit keempat ketika Pierre-Emile Hojbjerg menyamakan kedudukan setelah chelsea membuka gol melalui Kalidou Koulibaly. Pasalnya, sebelum gol terjadi, Rodrigo Bentancur tampak melanggar Kai Havertz.
antonio conte bergegas untuk merayakan dengan liar di wajahnya, yang menyebabkan thomas tuchel nyaris terlibat kontak dengan pelatih asal Italia itu.
Pada saat pertandingan usai, kemaraham berlanjut ketika Tuchel dan Conte berjabat tangan. Keduanya kembali terlibat aksi panas yang nyaris memicu perkelahian.
Wasit Anthony Taylor, yang telah memperingatkan kedua pelatih sebelumnya, mengacungkan kartu merah pada keduanya.
“Saya pikir ketika kami berjabat tangan, kita saling menatap, dia memiliki pendapat yang berbeda. Itu tidak perlu, tetapi banyak hal yang tidak perlu (terjadi),” kata Tuchel mengaku.
“Tak ada ada masalah. Tak ada perasaan dendam. Saya merasa itu adalah tekel yang adil darinya (antonio conte) dan tekel yang adil dari saya. Kami tidak saling menghina, kami tidak saling memukul, kami bertarung untuk tim kami,” tambahnya.
Pada saat perpanjangan waktu, Marc Cucurella rambutnya ditarik Sergio Romero, tetapi tidak ada pelanggaran yang diberikan sehingga memungkinkan Kane untuk melanjutkan dan mencetak sundulan dramatis. Tuchel juga tidak senang dengan Richarlison yang dianggap offside.
“Ada pelanggaran yang jelas pada Kai Havertz dan situasinya terus berlanjut. Richarlison offside saat ada pemain yang menarik rambut pemain lain di lapangan,” katanya lagi.
“Kami mendominasi selama 90 menit. Kami tajam, kami lapar, itu adalah performa terbaik. Saya minta maaf untuk semua pemain saya karena kami tidak mendapatkan hasil yang pantas kami dapatkan,” tutupnya.***
Editor : Zulfirman

