Oktober Mendatang, Beton Merah Putih Groundbreaking Pembangunan Rusunami di TMII
PT Motive Mulia (Beton Merah Putih) menghadirkan alternatif solusi backlog perumahan di negeri ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka itu mencapai sekitar 15 juta unit.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - PT Motive Mulia (Beton Merah Putih) menghadirkan alternatif solusi backlog perumahan di negeri ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka itu mencapai sekitar 15 juta unit.
Berdasarkan hal itu, Direktur Komersial Beton Merah Putih Akhmad Syamsudin mengaku pihaknya memperkenalkan teknologi modular beton sejak 2024.
Rencananya, dia menegaskan Beton Merah Putih bakal melakukan groundbreaking pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
"Oktober 2025 nanti, sebagai bagian dari program 3 juta rumah, Beton Merah Putih memulai pembangunan rusunami di TMII," kata Syamsudin di Bandung, belum lama ini.
Menurutnya, Beton Merah Putih senantiasa berada di garis terdepan dalam mendukung program 3 juta rumah yang sudah dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto.
"Dengan berbagai produk unggulan Beton Merah Putih, kami berkomitmen untuk menjamin standar pembangunan program kerakyatan ini berada pada kualitas terbaik dari sisi kekuatan, efisiensi waktu, dan efektivitas biaya. Demi kepentingan terbaik dari masyarakat dan kemajuan bangsa Indonesia," jelasnya.
Saat ini, modular beton dari Beton Merah Putih sedang diaplikasikan dalam proyek pembangunan 608 unit rumah untuk pabrik gula di Merauke. Untuk mendukung kelancaran proyek, perusahaan juga tengah membangun pabrik precast di Merauke guna memastikan ketersediaan komponen modular yang efisien, presisi, dan tepat waktu.
"Untuk 608 unit rumah di Merauke itu bisa kita rampungkan selama 4 bulan. Akhir Oktober nanti pilot project itu selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Wilayah 1 Direktorat Pembangunan Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Adji Krisbandono menuturkan pemerintah berkomitmen penuh menyukseskan program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah.
“Kami meyakini bahwa target percepatan program 3 juta rumah dapat tercapai salah satunya dengan dukungan inovasi teknologi yang mampu memberikan nilai tambah berupa efisiensi waktu dan kualitas bangunan yang lebih terkendali,” jelas Adji.
Dia menjelaskan, keberhasilan program itu membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Kerja sama multipihak atau gotong royong diakuinya merupakan faktor penentu tercapainya program pembangunan rumah yang sedang dilaksanakan.
"Pemerintah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar target ini dapat tercapai secara optimal,” tambahnya.
Editor : Doni Ramdhani

