IAPPI Sebut Teknologi Beton Pracetak Pastikan Pembangunan Rumah Cepat Rampung, Aman dan Tahan Bencana
Ketua Umum Ikatan Ahli Pracetak Prategang Indonesia (IAPPI) Hari Nugraha Nurjaman mengatakan teknologi beton pracetak digunakan untuk memastikan rumah yang dibangun cepat selesai, aman, dan tahan bencana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Ketua Umum Ikatan Ahli Pracetak Prategang Indonesia (IAPPI) Hari Nugraha Nurjaman mengatakan teknologi beton pracetak digunakan untuk memastikan rumah yang dibangun cepat selesai, aman, dan tahan bencana.
Terkait efisiensi waktu, Hari menilai pembangunan hunian berteknologi modular itu relatif bisa lebih cepat. Dibandingkan dengan membangun rumah secara tradisional, kecepatan membangun dengan teknologi beton pracetak bisa 4-5 kali lipat.
"Perbandingannya, 100 unit hunian modular bisa dirampugkan hanya dalam waktu 1 bulan saja," kata Hari di Bandung, beberapa waktu lalu.
Secara teknis, Hari menjelaskan pembangunan massal memerlukan kekuatan struktural yang relatif ketat. Untuk itu, teknologi beton pracetak digunakan untuk memastikan rumah yang dibangun cepat selesai, aman, dan tahan bencana.
"Dalam program pembangunan massal, kekuatan struktural adalah syarat mutlak. Teknologi beton pracetak memungkinkan setiap komponen rumah dibangun dengan presisi tinggi dan memenuhi standar kekuatan yang ketat. Ini memastikan tiap rumah yang dibangun tidak hanya cepat selesai, tetapi juga tahan lama dan aman bagi penghuninya, terutama dalam menghadapi potensi bencana alam di negeri kita," tutur Hari.
Dia pun menjelaskan mengenai standar kekuatan beton yang digunakan. Kekuatan beton yang baik merujuk pada kuat tekan karakteristik minimal sebesar fc′=25 MPa. Angka itu setara dengan beton K-300 yang sering menjadi rule of thumb dalam industri konstruksi untuk bangunan struktural.
“Standar ini sudah sesuai dengan SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung, yang merupakan regulasi baku di Indonesia. Pengujiannya pun kami lakukan di laboratorium dengan kontrol kualitas yang ketat untuk memastikan tidak ada toleransi pada kekuatan dan keamanan," ungkap dosen Fakultas Teknik Universitas Persada Indonesia YAI.
Sejalan dengan itu, Direktur Komersial PT Motive Mulia (Beton Merah Putih) Akhmad Syamsudin mengatakan anak usaha PT Cemindo Gemilang Tbk (Semen Merah Putih) itu berfokus pada teknologi beton siap pakai (readymix) dan beton pracetak (precast) berkualitas tinggi untuk berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari konstruksi bangunan hingga infrastruktur.
Beton Merah Putih diakuinya memahami urgensi kebutuhan akan hunian berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Dia menyampaikan, teknologi modular beton pracetak dapat menjadi solusi transformasional yang mampu memangkas waktu, menghemat biaya, dan memastikan kualitas bangunan.
Beton Merah Putih selama ini sudah memproduksi berbagai produk beton berteknologi tinggi, yang menjadi solusi konstruksi yang terintegrasi. Produk precast dan readymix Beton Merah Putih diproduksi dengan kontrol kualitas yang ketat di pabriknya.
“Beton Merah Putih menjamin tingkat kekuatan dan presisi yang konsisten pada setiap unit yang kami produksi. Keunggulan ini sangatlah krusial, terutama di Indonesia yang berada di wilayah rawan gempa, karena struktur bangunan menjadi lebih kokoh dan aman,” jelas Syamsudin.
Lebih dari sekadar produk, Beton Merah Putih menawarkan keunggulan yang bermanfaat nyata bagi percepatan pembangunan. Dengan menggunakan metode modular beton, proses pembangunan setidaknya akan memberikan beberapa keuntungan.
Syamsudin menuturkan, hunian modular itu bisa mewujudkan peningkatan kecepatan dan efisiensi. Komponen rumah dibuat secara terpisah di pabrik dan tinggal dirakit di lokasi proyek. Proses ini dapat memangkas durasi konstruksi hingga sekitar 30-50%. Sehingga memungkinkan pembangunan satu unit rumah diselesaikan dalam hitungan hari saja.
Selain itu, keunggulan lainnya mampu menekan biaya dan mengurangi ketergantungan tenaga kerja. Dengan proses yang terstandarisasi dan minimnya pekerjaan di lokasi, kebutuhan akan tenaga kerja yang sangat terampil dapat diminimalkan, sehingga menghemat biaya secara keseluruhan.
Lebih jauh, hunian modular itu mampu menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. Teknologi produksi Beton Merah Putih mampu secara signifikan mengurangi limbah konstruksi, menjadikan metode ini lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan praktik pembangunan yang berkelanjutan.
"Sejauh ini, Beton Merah Putih memiliki 11 pabrik yang bisa meng-cover 17 provinsi," tambahnya.
Editor : Doni Ramdhani


