Siap Akselerasi Program Tiga Juta Rumah, Beton Merah Putih Pacu Hunian Modular
Inovasi hunian modular diyakini Beton Merah Putih mampu mempercepat realisasi program tiga juta rumah. Efisiensi waktu dan kekuatan konstruksi menjadi keunggulan utama.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Inovasi hunian modular diyakini Beton Merah Putih mampu mempercepat realisasi program tiga juta rumah. Efisiensi waktu dan kekuatan konstruksi menjadi keunggulan utama.
PT Motive Mulia (Beton Merah Putih) menghadirkan inovasi teknologi modular beton sejak 2024. Sebagai pilot project, Direktur Komersial Beton Merah Putih Akhmad Syamsudin mengatakan modular beton buatannya saat in sedang diaplikasikan dalam proyek pembangunan 608 unit rumah untuk pabrik gula di Merauke.
Menurutnya, saat ini di proyek tersebut telah memasuki tahap produksi komponen modular. Untuk mendukung kelancaran proyek, perusahaan juga membangun pabrik precast di Merauke guna memastikan ketersediaan komponen modular yang efisien, presisi, dan tepat waktu.
“Untuk 608 unit rumah di Merauke itu bisa kita rampungkan selama 4 bulan. Rencananya, akhir Oktober nanti pilot project itu selesai,” kata Syamsudin di Bandung, Rabu 27 Agustus 2025.
Dia memahami urgensi kebutuhan akan hunian berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Sebagai pelaku industri prescast, pihaknya menyampaikan bagaimana teknologi modular beton pracetak dapat menjadi solusi transformasional yang mampu memangkas waktu, menghemat biaya, dan memastikan kualitas bangunan.
Beton Merah Putih selama ini daikunya sudah memproduksi berbagai produk beton berteknologi tinggi yang menjadi solusi konstruksi yang terintegrasi. Produk precast dan readymix Beton Merah Putih diproduksi dengan kontrol kualitas yang ketat di pabriknya.
“Beton Merah Putih menjamin tingkat kekuatan dan presisi yang konsisten pada setiap unit yang kami produksi. Keunggulan ini sangatlah krusial, terutama di Indonesia yang berada di wilayah rawan gempa, karena struktur bangunan menjadi lebih kokoh dan aman,” jelasnya.
Lebih dari sekadar produk, Beton Merah Putih menawarkan keunggulan yang bermanfaat nyata bagi percepatan pembangunan. Dengan menggunakan metode modular beton, proses pembangunan setidaknya akan memberikan beberapa keuntungan seperti peningkatan kecepatan dan efisiensi.
Secara umum, dia menyebutkan komponen rumah dibuat secara terpisah di pabrik dan tinggal dirakit di lokasi proyek. Proses itu dapat memangkas durasi konstruksi hingga sekitar 30-50%.
“Dengan solusi modular, memungkinkan pembangunan satu unit rumah diselesaikan dalam hitungan hari saja,” ujarnya.
Selain itu, dengan proses yang terstandarisasi dan minimnya pekerjaan di lokasi, kebutuhan akan tenaga kerja yang sangat terampil dapat diminimalkan, sehingga menghemat biaya secara keseluruhan. Plus, teknologi produksi Beton Merah Putih mampu secara signifikan mengurangi limbah konstruksi, menjadikan metode ini lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan praktik pembangunan yang berkelanjutan.
Sedangkan, Kepala Sub Direktorat Wilayah 1 Direktorat Pembangunan Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Adji Krisbandono menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh menyukseskan program tiga juta rumah.
“Kami meyakini bahwa target percepatan program tiga juta rumah ini membutuhkan terobosan. Hal itu dapat tercapai salah satunya dengan dukungan inovasi teknologi yang mampu memberikan nilai tambah berupa efisiensi waktu dan kualitas bangunan yang lebih terkendali,” jelasnya.
Dia menambahkan, keberhasilan program ini membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Sikap dan laku gotong royong merupakan faktor penentu tercapainya program pembangunan rumah yang sedang dilaksanakan.
"Pemerintah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar target ini dapat tercapai secara optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Ahli Pracetak Prategang Indonesia (IAPPI) Hari Nugraha Nurjaman menuturkan pembangunan massal memerlukan kekuatan struktural yang ketat. Untuk itu, teknologi beton pracetak digunakan untuk memastikan rumah yang dibangun cepat selesai, aman, dan tahan bencana.
Dosen Fakultas Teknik Universitas Persada Indonesia YAI itu pun menjelaskan beberapa aspek teknis lainnya. Dalam program pembangunan massal, kekuatan struktural merupakan syarat mutlak. Teknologi beton pracetak memungkinkan setiap komponen rumah dibangun dengan presisi tinggi dan memenuhi standar kekuatan yang ketat. Ini memastikan tiap rumah yang dibangun tidak hanya cepat selesai, tetapi juga tahan lama dan aman bagi penghuninya, terutama dalam menghadapi potensi bencana alam di negeri ini.
“Standar ini sudah sesuai dengan SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung, yang merupakan regulasi baku di Indonesia. Pengujiannya pun kami lakukan di laboratorium dengan kontrol kualitas yang ketat untuk memastikan tidak ada toleransi pada kekuatan dan keamanan,” jelas Hari. (dnr)
Editor : Doni Ramdhani

