DPRD Jabar Soroti Keterbatasan Hunian Apartemen Transit Rancaekek

Tingginya minat masyarakat terhadap hunian sementara di Apartemen Transit Rancaekek mendapat sorotan dari DPRD Provinsi Jawa Barat.

DPRD Jabar Soroti Keterbatasan Hunian Apartemen Transit Rancaekek
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Prasetyawati./Istimewa

INILAHKORAN.ID - Tingginya minat masyarakat terhadap hunian sementara di apartemen transit Rancaekek mendapat sorotan dari DPRD Provinsi Jawa Barat. Komisi IV menilai kapasitas apartemen tersebut belum mampu mengakomodasi permintaan warga yang terus meningkat.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Prasetyawati mengungkapkan, jumlah masyarakat yang ingin menyewa hunian transit tersebut cukup tinggi. Namun, keterbatasan unit membuat tidak semua permohonan dapat terpenuhi.

“Ke depan diharapkan kawasan tersebut dapat dikembangkan atau ditambah agar lebih banyak masyarakat yang dapat memanfaatkannya,” ujar Prasetyawati, Kamis 12 Maret 2026.

Menurutnya, apartemen transit memiliki peran penting sebagai solusi hunian sementara bagi masyarakat, khususnya pekerja yang beraktivitas di kawasan industri sekitar Rancaekek dan wilayah Bandung Raya.

Selain mendorong penambahan kapasitas hunian, Komisi IV DPRD Jawa Barat juga menilai pengelola perlu melengkapi fasilitas penunjang guna memperkuat keberlanjutan operasional apartemen tersebut. Salah satu opsi yang diusulkan adalah penyediaan ruang serbaguna atau aula yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Fasilitas seperti ruang serbaguna dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekaligus disewakan. Sehingga bisa menambah pemasukan untuk mendukung biaya operasional apartemen transit tersebut,” ucapnya.

Sisi lain, DPRD juga menyoroti aspek regulasi pengelolaan hunian transit milik pemerintah daerah yang dinilai masih belum kuat. Hingga saat ini, belum terdapat aturan khusus yang secara spesifik mengatur tata kelola apartemen transit.

Sebab itu, DPRD Jawa Barat membuka peluang penyusunan Peraturan Daerah (Perda) inisiatif sebagai dasar hukum pengelolaan apartemen transit milik pemerintah provinsi agar pengelolaannya dapat lebih optimal dan profesional.

Meski demikian, Prasetyawati menilai secara umum pengelolaan apartemen transit Rancaekek telah berjalan cukup baik. Pengelola dinilai telah berupaya menjaga kondisi bangunan dan lingkungan hunian agar tetap nyaman bagi para penghuni.

“Kalau dilihat khusus di apartemen transit ini, sebenarnya pengelolaannya sudah cukup baik. Pengelola juga sudah berusaha agar hunian ini dapat terlihat seperti apartemen yang dikelola dengan baik,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana