Ops Keselamatan Lodaya 2026, Dirlantas Polda Jabar Cek Kesiapan Jelang Mudik Lebaran

Ditlantas Polda Jabar bersama instansi terkait kembal memeriksa kesiapan kendaraan dan pengendara saat Operasi Kelematan Lodaya jelang arus mudik Lebaran

Ops Keselamatan Lodaya 2026, Dirlantas Polda Jabar Cek Kesiapan Jelang Mudik Lebaran
Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono mengecek langsung kesiapan kendaraan dan sopir dalam operasi keselamatan lodaya dan jelang arus mudik Lebaran 2026. (Cesar Yudistira/Inilahkoran)

INILAHKORAN.ID – Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat menggelar Operasi Keselamatan Lodaya 2026 pada H+10 dengan fokus pada upaya preemptif dan preventif di jalan raya. Operasi ini dilakukan untuk mengecek kesiapan pengemudi dan kelayakan kendaraan menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026.

Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan operasi Keselamatan Lodaya tersebut melibatkan berbagai instansi terkait, mulai dari Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga Satlantas Polresta Soreang.

“Kita bersama dinas terkait melaksanakan kegiatan preemptif dan preventif di jalan umum untuk mengecek kesiapan dari manusia dan kendaraan,” kata Raydian, Rabu (11/2/2026).

Menurut Raydian, Operasi Keselamatan Lodaya ini menjadi tahapan awal sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat yang akan berlangsung selama dua pekan ke depan mejelang mudik Lebaran.

“Ini upaya preemptif, mengecek kesiapan driver dan kelaikan kendaraan yang akan digunakan menjelang Lebaran. Operasi ini kita laksanakan sebelum Operasi Ketupat,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan, Raydian menyebut kondisi kendaraan dan pengemudi secara umum sudah baik. Hanya ditemukan sedikit pelanggaran administratif.

“Alhamdulillah kebanyakan sudah bagus semuanya. Hanya 1-2 yang kelupaan surat-surat, dan itu kita beri waktu untuk melengkapinya atau mengganti driver cadangan,” jelasnya.

Kendaraan yang dinyatakan laik jalan diberikan stiker sebagai tanda lulus ramp check. Dengan stiker tersebut, kendaraan tidak akan diperiksa ulang agar tidak mengganggu perjalanan penumpang.

“Kami mohon maaf sempat sedikit mengganggu perjalanan penumpang, tapi tujuan akhirnya untuk menyelamatkan nyawa manusia di jalan,” pungkas Raydian.


Editor : Ahmad Sayuti