Partai Demokrat Usung Dede Yusuf di Pilgub Jabar 2024

Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Anton Sukartono Suratto menegaskan, kini pihaknya telah satu suara bakal mengusung Dede Yusuf sebagai calon gubernur Jabar pada Pilgub Jabar 2024 yang dihelat pada November mendatang.

Partai Demokrat Usung Dede Yusuf di Pilgub Jabar 2024
Pengusungan Dede Yusuf dari Partai Demokrat dalam kontestasi Pilgub Jabar 2024 itu tak lepas dari pengalaman anggota DPR tersebut di Tatar Priangan. Sebab, dia pernah menjadi wakil gubernur pada periode 2008-2013 silam mendampingi Ahmad Heryawan. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Anton Sukartono Suratto menegaskan, kini pihaknya telah satu suara bakal mengusung Dede Yusuf sebagai calon gubernur Jabar pada Pilgub Jabar 2024 yang dihelat pada November mendatang.

Dia menyebutkan, pengusungan Dede Yusuf dari Partai Demokrat dalam kontestasi Pilgub Jabar 2024 itu tak lepas dari pengalaman anggota DPR tersebut di Tatar Priangan. Sebab, dia pernah menjadi wakil gubernur pada periode 2008-2013 silam mendampingi Ahmad Heryawan.

"Partai Demokrat di Jabar masih satu suara, tetap Kang Dede Yusuf. Beliau calon gubernur dari Partai Demokrat pada Pilgub Jabar 2024. Koordinasi masih jauh kita Pileg dulu. Kita kursi berapa, baru bisa menentukan koalisi dengan siapa. Kalau kita sudah 20 persen, kita usung sendiri saja. Jadi wagub sudah pernah," ujarnya di Hotel Preanger, Kota Bandung, Minggu 28 Mei 2023.

Sedangkan, Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menambahkan dari hasil survei yang dilakukan pihaknya menunjukkan banyak yang menginginkan Dede Yusuf menjadi gubernur. Termasuk DKI Jakarta, yang diakuinya elektabilitas Dede Yusuf cukup moncer untuk turut serta.

"Saya sudah keliling Jawa Barat, bahwa calon gubernur dan wakil, suara yang masuk. Kang Dede Yusuf. Wakil ada beberapa nama. Kita paket komplet. Termasuk di DKI Jakarta, Pak Dede Yusuf diunggulkan juga. Ada Pak Emil Dardak. Saya kira banyak (opsi)," ucapnya.

Menyikapi dukungan ini, Dede Yusuf merasa bersyukur karena apa yang telah dia lakukan, mendapat perhatian dari Partai Demokrat. Namun saat ini bagi dia, meraup suara sebanyak mungkin pada Pileg kelak lebih diutamakan, untuk menguatkan kembali trah Partai Demokrat di Jawa Barat.

"Saya tiap periode diusung terus. Terimakasih seluruh jajaran Partai Demokrat yang selalu mendorong kami untuk berbuat lebih baik lagi. Kalau masuk radar berarti ada QPI ada kinerja yang terukur. Bagi saya mandat yang diberikan ketua umum saat ini adalah memenangkan kursi (suara) di dapil sebanyak-banyaknya," terangnya. 

Sebab menurutnya, nilai tawar Partai Demokrat pada Pilkada akan sangat bergantung dari hasil Pileg yang dihelat pada Februari 2024 mendatang. Sehingga nantinya, hasil akhir tersebut baru akan memberikan titik terang bagi partai pada langkah selanjutnya.

"Bahwa dalam proses itu nanti, Februari 2024 kita akan melakukan hajat sangat besar. Sementara Pilkada di Oktober (November). Jadi izinkanlah konsolidasi, memikirkan Februari. Jangan dulu berpikir tentang Oktober karena Februari ini akan terjadi perubahan yang sangat besar sekali bagi bangsa dan negara, termasuk daerah," imbuhnya.

Disinggung akan kesiapannya bila nanti kelak diusung menjadi calon gubernur pada Pilkada Jabar, dia menegaskan siap 100 persen mengikuti keputusan partai.

"Kalian kan tahu, saya petempur," tandasnya.*** (yuliantono)


Editor : Doni Ramdhani