Pasar Buku ‘Big Bad Wolf’ Bandung Bidik 350 Ribu Pengunjung

PT Jaya Ritel Indonesia bakal menggelar pasar buku ‘Big Bad Wolf’ di Bandung. Setelah sebelumnya sukses digelar di Jakarta pada Maret lalu, kali ini pasar buku terbesar di dunia itu hadir di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pasar Buku ‘Big Bad Wolf’ Bandung Bidik 350 Ribu Pengunjung
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - PT Jaya Ritel Indonesia bakal menggelar pasar buku ‘Big Bad Wolf’ di Bandung. Setelah sebelumnya sukses digelar di Jakarta pada Maret lalu, kali ini pasar buku terbesar di dunia itu hadir di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Presiden Direktur PT Jaya Ritel IndonesiaUli Silalahi mengatakan, gelaran di Jakarta beberapa waktu lalu sukses mendatang jutaan pengunjung. Saat itu, selama 12 hari penyelenggaraan pasar literasi itu dikunjungi hingga 1.025.000 orang. 

“Di Bandung ini, kita menargetkan pasar buku ini bisa dihadiri hingga 350 ribu pengunjung,” kata Uli, Kamis (20/6/2019).

Menurutnya, pasar buku itu akan digelar pada 28 Juni-8 Juli 2019. Tak seperti pameran buku lainnya, ‘Big Bad Wolf’ ini setiap harinya buka 24 jam non-stop. Jutaan judul buku akan dihadirkan dan diberikan diskon istimewa sebesar 60-80%.

Uli menyebutkan, komposisi buku yang dihadirkan mayoritas merupakan buku internasional. Komposisinya 85:15 untuk keunggulan buku internasional dibandingkan buku lokal.

Dia menegaskan, pasar buku itu diharapkan dapat menjadi salah satu wadah untuk menyebarluaskan wawasan ilmu pengetahuan sekaligus mendorong literasi. Gelaran itu pun diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat. Berbagai macam buku didatangkan mulai dari buku anak-anak, referensi, hobi, desain grafis hingga deretan novel karangan penulis terbaik dunia.

Sementara itu, Senior Vice President Transaction Banking Business Development BCA I KetutAlamWangsawijaya mengatakan sebagai institusi perbankan yang peduli pendidikan anak-anak Indonesia pihaknya menyadari kebiasaan membaca buku adalah kunci penting untuk membentuk sebuah bangsa kreatif. 

“Terbiasa untuk membaca itu juga terbiasa untuk berimajinasi, banyak pengetahuan dan ilmu baru. Ditambah lagi dengan persaingan global saat ini yang begitu ketat, kebiasaan membaca itu sejatinya harus dipupuk sejak dini,” kata Ketut.

Dia menuturkan, pada gelaran ‘Big Bad Wolf’ Bandung ini pihaknya menawarkan banyak promo-promo menarik yang bersifat cashless. Seperti pemakaian transaksi nontunai menggunakan kartu kredit dan debit BCA berbasis chip, Flazz, dan Sakuku. Untuk gelaran pasar buku tersebut pihaknya meluncurkan uang elektronik Flazz edisi khusus ‘Big Bad Wolf’.

“Melakukan transaksi dengan kartu kredit dan debit BCA berbasis chip itu pengunjung dapat memperoleh cashback hingga Rp500 ribu,” ucapnya.


Editor : Doni Ramdhani