Pasca Bencana Banjir dan Longsor, Asep Dedi Ingatkan Pemda hingga Desa Segera Petakan Daerah Rawan Bencana

Asep Dedi mengingatkan tentang bencana susulan pasca bencana banjir dan longsor.

Pasca Bencana Banjir dan Longsor, Asep Dedi Ingatkan Pemda hingga Desa Segera Petakan Daerah Rawan Bencana
Aseo Dedi mengingatkan agar tetap waspada terhadap bencana susulan

INILAHKORAN.ID – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dedi mengingatkan pemerintah dari tingkat kabupaten hingga desa untuk tetap waspada dan bersiaga menyusul potensi bencana yang dipicu curah hujan tak menentu. 

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul peristiwa banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah KBB pada Kamis 4 Desember 2025 sore, merusak puluhan rumah dan mengganggu akses jalan.
 
"Kades harus segera melakukan pemetaan wilayah yang paling rentan karena ini adalah langkah pertama yang tak bisa ditunda," tegas Asep, Sabtu 6 Desember 2025.

Kendati berharap bencana tidak terulang, politisi PKB KBB itu mengungkapkan, wilayah selatan KBB khususnya Cililin, Sindangkerta, Cipongkor, dan Gununghalu memiliki potensi tinggi terjadinya longsor dan banjir bandang. 

"Selain itu, saya juga mengingatkan agar pemerintah menyiapkan anggaran cadangan yang dapat diakses sewaktu-waktu untuk penanggulangan atau penanganan pasca-bencana," katanya.
 
Data BPBD KBB: Bencana Menyebar dari Selatan hingga Utara, 43 Rumah Rusak
 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB merilis data bahwa kejadian kemarin tidak hanya melanda enam desa, melainkan menyebar dari selatan hingga utara. 

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KBB Asep Sehabudin menjelaskan, kejadian dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dengan banjir bandang di Kampung Legong, Desa Gununghalu-Sirnajaya, yang segera diikuti oleh longsor di beberapa kecamatan.
 
"Di Parongpong, tiga rumah di Kampung Mekarwangi milik Hamonangan Purba, M. Sidik Permana, dan Dede Sumpena mengalami rusak sedang karena longsor. Di Lembang, tembok penahan tanah di Kampung Sukapinggir ambrol dan menimpa tiga rumah warga," katanya pada Jumat 5 Desember 2025.
 
Yang paling parah terjadi di Kecamatan Sindangkerta, di mana longsor melanda lima desa sekaligus. Di Desa Cikadu, rumah milik Micky Wibowo jebol total, sedangkan rumah Asep Salimudin dan Maman mengalami rusak sedang. 

Di Desa Wangunsari, bencana menyebar ke RW05, RW06, dan RW11, sementara di Rancasenggang, lima rumah di Kampung Babakan Sukahaji tertekan tanah. Akses Jalan Gunungbatu di Desa Buninagara juga harus ditutup sementara karena terhalang longsor.
 
"Total, 43 rumah mengalami rusak, dua di antaranya berat. Jembatan dan jalan di Sukamenak terputus, bahkan lapang sekolah MA Darussyifa tak luput," ujarnya.

"Di Cililin, tebing yang longsor mengancam rumah Ade Nuraeni yang dihuni dua orang," tambahnya.*** (agus satia negara)


Editor : Firda Rachmawati