Jelang Hari Sumpah Pemuda, Asep Dedi : Pemuda Jangan Hanya Jadi Penonton
Jelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dedi menyampaikan pesan yang menggelora tentang peran strategis pemuda sebagai iron stock dan pelopor pembangunan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah – Jelang peringatan hari sumpah pemuda ke-97, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Dedi menyampaikan pesan yang menggelora tentang peran strategis pemuda sebagai iron stock dan pelopor pembangunan.
Tak cuma itu, politisi PKB KBB ini juga mengajak generasi muda untuk bangkit dari posisi "penonton" dan menjadi aktor utama di segala lini kehidupan.
"Pemuda hari ini tidak boleh lagi terpasung dalam ketidakberdayaan atau dimarjinalisasi oleh sistem yang menindas. Sejarah telah membuktikan, kemerdekaan Indonesia digaungkan dan diperjuangkan oleh anak-anak muda," kata Asep, Minggu 26 Oktober 2025.
"Jiwa itu harus terus hidup dan berkobar di dada setiap pemuda Bandung Barat dan Indonesia," tegasnya.
Asep Dedi menekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda selaras dengan visi-misi Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam RPJMD, khususnya pada poin peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan berkarakter.
"Komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam RPJMD untuk menciptakan SDM unggul, berakhlak, dan berkarakter, diharapkan tidak menjadi retorika politik semata," ujarnya.
"Ini menunjukkan adanya perhatian khusus dan keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda sebagai pemimpin masa depan Bandung Barat dan bangsa," tegasnya.
Selain itu, Asep Dedi mendorong agar komitmen pemerintah ini diimbangi dengan langkah proaktif pemuda. Ia menekankan pentingnya sinergi strategis antara kebijakan pemerintah dan inisiatif pemuda.
"Pemerintah memiliki komitmen, sekarang saatnya pemuda merespons dengan karya nyata. Pemuda harus menjadi pelopor, bukan pengekor. Mereka harus mengambil peran strategis di sektor sosial, pendidikan, politik, ekonomi, dan semua sektor strategis lainnya," bebernya.
"Jangan hanya menjadi penonton dalam panggung-panggung perhelatan penting. Saatnya turun ke gelanggang, berkolaborasi dengan nyata," tegasnya.
Asep Dedi juga menekankan pentingnya sinergi antar generasi. Generasi X, Milenial, dan Gen Z harus bersatu padu, saling mengisi, dan berkolaborasi mewujudkan cita-cita bangsa: Terbentuknya Generasi Emas Indonesia di tahun 2045.
"Cita-cita Generasi Emas 2045 bukan sekadar jargon kosong yang diucapkan di mimbar kekuasaan. Ini harus terpatri dalam hati sanubari setiap pemuda, menjadi darah dan nafas dalam setiap gerak dan langkahnya. Ini adalah komitmen yang harus kita wujudkan bersama," imbuhnya.
Pemuda sebagai Benteng Moral dan Ideologi Bangsa di Era Disrupsi
Di tengah era banjir informasi dan disrupsi teknologi, Asep Dedi mengingatkan peran krusial pemuda sebagai benteng pertahanan moral dan ideologi bangsa.
Menurutnya, pemuda dituntut untuk kritis dan transformatif dalam memfilter segala hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan, khususnya di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural dan menjunjung tinggi nilai gotong royong.
"Pemuda adalah filter terdepan. Di tangan merekalah, nilai-nilai luhur Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan semangat Sumpah Pemuda harus dijaga dan dihidupi. Mari jadikan momentum Sumpah Pemuda 2025 ini sebagai titik tolak untuk menjadi pemuda yang lebih produktif, kritis, dan transformatif," ungkapnya.
"Dengan sinergi antara komitmen pemerintah dan semangat pemuda, kita siapkan pemuda Bandung Barat sebagai pemimpin masa depan yang unggul, berakhlak, dan berkarakter!" tutupnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

