Pasca-Pemilu, Properti Tanah Air Bakal Naik

Kinerja bisnis properti di Tanah Air sejauh ini mengalami perlambatan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pada kuartal I 2019 bisnis ini mengalami peningkatan sebesar 0,1% melambat dari kuartal sebelumnya sebesar 0,62%.

Pasca-Pemilu, Properti Tanah Air Bakal Naik
Antara

INILAH, Jakarta - Kinerja bisnis properti di Tanah Air sejauh ini mengalami perlambatan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pada kuartal I 2019 bisnis ini mengalami peningkatan sebesar 0,1% melambat dari kuartal sebelumnya sebesar 0,62%.

Namun, CEO Crown Group Iwan Sunito meyakini tren bisnis tersebut akan tumbuh meningkat pascapemilu. Selain itu, pengembang properti di Australia itu menyebutkan peningkatan terhadap bisnis properti didukung dengan dihapuskannya pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk hunian yang dijual di bawah Rp30 miliar.

“Properti di Indonesia memang lamban pertumbuhannya. Namun, sesudah Pemilu itu biasanya meningkat,” kata Iwan dikutip Antara, Senin (1/7/2019).

Menurutnya, potensi peningkatan properti akan semakin besar ketika pemerintah atau pihak pengembang properti mengutamakan amenitas. Saat ini diakuinya terjadi pergerakan besar terutama pada pertumbuhan penduduk yang memiliki kebutuhan kenyamanan tinggi terutama di tengah kota. 

Dia menyebutkan, konsep kenyamanan untuk komunitas dalam sebuah hunian harus diutamakan dibandingkan kemewahan. Terutama, bagi generasi milenial sebagai pasar potensial.

Terkait kebijakan relaksasi PPnBM, dia mendukung hal tersebut karena akan meningkatkan penjualan properti di Indonesia. Meski demikian, hal penting yang harus dilakukan pun berupa pengurangan atau subsidi suku bunga. Suku bunga rendah itu akan menarik investor terutama untuk first home buyer yang baru mengincar properti hunian.

Tak hanya subsidi suku bunga, pria yang menggeluti bisnis properti selama 23 tahun di Negeri Kanguru itu mengatakan pembangunan rumah di tengah kota juga perlu ditingkatkan. Sebab, secara ekologi itu tidak perlu membangun lagi infrastruktur.

Selain ekologi, Iwan mengatakan faktor lainnya ada faktor ekonomi. Kehadiran proyek hunian tengah kota setidaknya mempermudah pihak pengembang lewat banyaknya sarana pendidikan dan fasilitas umum. Da mencontohkan, kehadiran mass rapid transportation (MRT) di Jakarta dinilai strategis karena mendukung ekonomi penghuni perkotaan untuk akomodasi dan menjangkau kebutuhan lainnya seperti pusat edukasi dan perbelanjaan. 
Rencananya, Crown Group akan menghadirkan co-working space di apartemen berkonsep water front yang akan dibangun pada 2020 di Ancol Jakarta. Water front merupakan konsep hunian yang langsung menghadap laut contohnya seperti yang diterapkan di Dubai, Uni Emirat Arab.

“Ini proyek katalis, tapi saya yakin akan banyak yang mencontoh dan bisa meningkatkan pertumbuhan properti di Indonesia,” tambahnya. 

Sebelumnya, untuk kali pertama Crown Group mengembangkan properti di luar teritorinya. Pengembang yang berbasis di Australia itu akan membangun hunian vertikal di kawasan Ancol, Jakarta.

Iwan mengatakan, kerja sama ini merupakan momen yang membahagiakan. Pasalnya, setelah sekian lama menunggu akhirnya mampu merealisasikan proyek pertama di luar Australia.

“Penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan bukti solid kepercayaan PT Pembangunan Jaya Ancol akan reputasi global kami dalam membangun hunian vertikal,” ujarnya. 

Mengenai nilai kontrak yang disepakati untuk proyek ini diakuinya sebesar Rp7 triliun. Pihaknya mengembangkan properti pertama di daerah Ancol yang menggabungkan konsep mixed use dengan water front lifestyle kelas dunia.

Dengan adanya gedung itu, nantinya Jakarta akan memiliki water front development iconic seperti Dubai, Singapura, dan Sydney. Proyek hunian vertikal mewah ini rencananya akan mulai dipasarkan pada akhir 2019 ini.

Sementara itu, PT Pembangunan Jaya Ancol menyambut positif mengenai rencana pengembangan proyek hunian vertikal mewah di kawasan Ancol. Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol C Paul Tehusijarana menyebutkan, hunian vertikal mewah ini akan dibangun di atas lahan seluas 4,7 hektare. 

Proyek prestisius ini akan terdiri dari beberapa tower unit apartemen mewah dengan fasilitas waterfront pertama di Indonesia seperti yacht club, water front promenade, dan fasilitas komersial eksklusif. (Antara)


Editor : Doni Ramdhani