Pascabencana, Akses Jalan dan Pasokan Listrik Belum Normal
Selain masih terputus akses jalan, beberapa desa di Kecamatan Sukajaya juga belum mencapatkan pasokan listrik dari PLN. Akibatnya, warga mengandalkan genset berbahan bakar solar untuk menerangi kampungnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Sukajaya - Selain masih terputus akses jalan, beberapa desa di Kecamatan Sukajaya juga belum mencapatkan pasokan listrik dari PLN. Akibatnya, warga mengandalkan genset berbahan bakar solar untuk menerangi kampungnya.
Kini, warga yang biasa menonton televisi setiap hari pun membatasi diri menonton layar kaca tersebut. Ketersediaan listrik dari genset itu diutamakan untuk menerangi rumah dan mengisi cadangan baterai ponsel.
"Aliran listrik di banyak desa di Kecamatan Sukajaya masih terputus. Dalam kesempatan ini, saya meminta pihak PLN untuk segera membenahi dan menyambungkan aliran listrik ke rumah, musala, kantor desa, dan lainnya di Sukajaya," kata Bupati Bogor Ade Yasin saat ditemui di Desa Urug, Sukajaya, Sabtu (11/1/2020).
Dia menambahkan, untuk akses insfrastruktur jalan tersebut jajaran tim tanggap bencana Kabupaten Bogor dibantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, swasta dan masyarakat sudah membuka empat desa dari enam desa yang sebelumnya terisolir.
"Saat ini hanya Desa Cisarua dan Desa Cileuksa yang masih belum bisa ditembus kendaraan biasa karena masih terputus akses insfrastruktur jalannya, kami menargetkan satu hingga dua hari ini dua desa diatas sudah bisa ditembus oleh kendaraan non offroad," tambahnya.
Selain insfrastruktur jalan dan listrik, akibat bencana alam banjir bandang dan longsor juga menimpa banyak rumah penduduk, masjid, mushala dan sekolah. Beberapa pihak sekolah pun masih meliburkan kegiatan belajar mengajar.
"Kalau kemarin pascabencana alam, itu siswa-siswa terpaksa diliburkan karena selain karena rumahnya rusak, akses jalan, listrik dan sekolah pun ada yang mengalami kerusakan," tutur Ade.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Entis Sutisna menjelaskan dampak dari bencana alam banjir bandang dan longsor itu ada lima sekolah yang mengalami kerusakan berat.
"Di tingkat Kabupaten Bogor, ada empat bangunan SD yang mengalami rusak parah, sedangkan untuk tingkat SMP swasta ada satu bangunan yang ambruk rata dengan tanah. Lima bangunan sekolah yang rusak berat tersebut ada di wilayah Sukajaya, Cigudeg, Nanggung, Jasinga dan Cibinong," jelas Entis.
Dia menerangkan, agar siswa tetap belajar jajarannya pun meminta para guru yang bangunan sekolahnya terdampak bencana alam untuk mendatangi ke pengungsian untuk mengajar para siswanya.
"Guru-guru yang bangunan sekolahnya terdampak bencana alam kami minta memindahkan tempatnya mengajar dari awalnya di sekolah ke tempat-tempat pengungsian, untuk membantu para siswa saat ini kami pun mendata berapa jumlah siswa terdampak bencana alam, apa saja alat sekolah yang hilang dan sebagainya agar nantiya kami berikan paket bantuan siswa," terangnya.
Sinta Nurjannah (14) Warga Desa Urug Satu RT 02 RW 03 berterima kasih atas bantuan alat sekolah baik itu pakaian, buku dan tas, baik dari pemerintah maupun donatur lainnya. Hal itu karena baik dirinya dan siswa lainnya telah kehilangan alat - alat sekolah karena terbawa banjir bandang ataupun tertimbun longsor.
"Saat ini walaupun belum semua jenis bantuan alat sekolah telah diberikan seperti sepatu, tetapi dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya baik kepada donatur dan relawan, kepada ibu Bupati Bogor Ade Yasin kami mengharapkan bantuan sepatu agar kami bisa mengejar cita-cita kami dan membanggakan kampung kami,"ucap Sinta. (Reza Zurifwan)
Editor : Doni Ramdhani

