Patahkan Hati Lionel Messi, Pelatih Argentina Malah Puji Cristiano Ronaldo

Pelatih Argentina Lionel Scaloni menyebut negaranya tak lagi bergantung sosok Lionel Messi. Dia pun memuji Cristiano Ronaldo.

Patahkan Hati Lionel Messi, Pelatih Argentina Malah Puji Cristiano Ronaldo
Pelatih Argentina Lionel Scaloni menyebut negaranya tak lagi bergantung sosok Lionel Messi. Dia pun memuji Cristiano Ronaldo.

INILAHKORAN, Bandung- Pelatih Argentina Lionel Scaloni memantik kontroversi usai dua pernyataan yang dia lontarkan dalam waktu berdekatan soal Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. 

Lionel Scaloni adalah Pelatih Lionel Messi di Timnas Argentina tetapi dia malah memuji-muji Cristiano Ronaldo.

Usai bilang Timnas Argentina tak lagi butuh Lionel Messi untuk tampil konsisten, Lionel Scaloni tak lama kemudia memuji kesuksesan Cristiano Ronaldo merajai panggung UEFA Nations League bersama Portugal.

Scaloni baru-baru ini menyebut Argentina telah belajar untuk tampil konsisten tanpa kehadiran Messi. Dia tak mau lagi, Argentina 'digendong' satu pemain saja.

Messi sendiri masih dianggap nyawa permainan Argentina meski usianya sudah menginjak 37 tahun.

Eks bintang Barcelona yang kini berkarier di Inter Miami, itu total mencatak 112 gol dari 192 laga bersama Argentina dan berhasil mengantar negaranya juara Piala Dunia 2022 serta dua kali Copa America.

Messi sendiri mulai sering dibekap cedera. Alhasil, absen saat Argentina menang 1-0 dari Uruguay dan 4-1 melawan Brasil di Maret 2024 lalu.

Bahkan ketika pulih, Messi hanya tampil dari bangku cadangan ketika Argentina mengalahkan Cile 1-0, pekan lalu.

Scaloni menyebut Argentina saat ini tetap tampil kompetitif meski tanpa atau dengan kehadiran Messi.

Ini bisa jadi isyarat Scaloni akan berakhirnya era Messi bersama Barcelona dengan mulai mempercayakan posisi inti kepada pemain-pemain muda.

Artinya, Scaloni takkan lagi kebingungan untuk membangku cadangkan Messi termasuk pada gelaran akbar Piala Dunia 2026 mendatang.

"Tim sekarang dapat bermain dengan cara yang sama dengan Leo (Messi) atau tanpa Leo, yang dulu lebih rumit karena kami harus mengganti beberapa pemain," ujar Scaloni seperti dikutip dari Goal.com.

Scaloni pun menyebut pola pikir hampir seluruh pemain Argentina telah seragam bahwa Tim Tango adalah kekuatan kolektif.

"Tapi sekarang kami tidak punya keharusan ini dan tim bekerja dengan cara yang sama, itu bagus," tambahnya.

Puji Ronaldo

Tak lama berselang usai pernyataannya soal Messi, Scaloni memberi pujian setinggi langit terhadap Ronaldo.

Seperti diketahui, Ronaldo adalah rival berat Messi ketika keduanya sama-sama berada di puncak karier.

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi adalah seteru abadi dengan keduanya mendominasi raihan gelar Ballon d'Or periode 2008 hingga 2017.

Ronaldo sedang jadi sorotan publik usai keberhasilannya mengantarkan Portugal menjadi juara UEFA Nations League di usianya yang menginjak 40 tahun.

Portugal memenangi drama adu penalti melawan Spanyol dimana Cristiano Ronaldo mencetak satu gol dalam skor 2-2 di waktu normal.

Scaloni mengaku terkesan atas prestasi Ronaldo itu. "Mereka akan berhenti menjadi hebat hanya saat mereka pensiun," katanya dikutip dari Sportskeeda.

"Di luar usia mereka, kehadiran mereka sangat berarti, tidak hanya dengan bermain. Saya mengucapkan selamat kepada Ronaldo dan Portugal, itu adalah pertandingan yang hebat."***


Editor : Bsafaat