Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak Senang Berada di Malaysia

Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak mengungkapkan rasa senangnya bisa berada di Malaysia. 

Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak Senang Berada di Malaysia
Kehadiran Bojan Hodak ke Malaysia untuk menghadapi Selangor FC menjalani laga lanjutan grup G AFC Champions League (ACL) Two 2025-2026. (dok)

INILAHKORAN, Selangor - Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak mengungkapkan rasa senangnya bisa berada di Malaysia

Kehadiran Bojan Hodak ke Malaysia untuk menghadapi Selangor FC menjalani laga lanjutan grup G AFC Champions League (ACL) Two 2025-2026.

Bojan Hodak merasa Malaysia adalah rumah keduanya. Apalagi istri dan anaknya merupakan warga negeri jiran itu. 

“Penang dan Kuala Lumpur itu pada dasarnya merupakan tempat tinggal saya seperti di Kroasia. Tentu bagus ketika kembali ke rumah,” ungkap Bojan Hodak.

Selain itu, Bojan juga mengaku memiliki banyak teman di Malaysia. Bahkan beberapa di antaranya mendukung tim Selangor FC. 

“Tapi ada juga beberapa yang mendukung saya. Tapi bagus, ada perasaan menyenangkan ketika kembali ke tempat yang menyisakan banyak kenangan,” katanya. 

Meski demikian, pelatih berkepala plontos ini tak begitu antusias menghadapi laga ini. Tapi bukan karena lawannya adalah Selangor FC.

“Saya sudah katakan, KL (Kuala Lumpur City FC) adalah tempat yang menyisakan banyak kenangan bagi saya dan ada banyak teman di sini. Tapi pada akhirnya ini adalah pekerjaan saya dan saya harus melakukannya seperti biasa, bagaimana caranya bisa meraih kemenangan,” tegasnya. 

Soal kompetisi, Bojan memastikan perbedaannya. Menurutnya Liga Indonesia lebih terasa antusiasmenya ketimbang Malaysia.

“Karena di Malaysia, ada tim yang menjadi juara terus hingga 11 tahun. Tim-tim yang lain tidak cukup terorganisir untuk menjadi pesaing. Di Indonesia itu berbeda, anda harus menghadapi 6-7 tim yang memiliki peluang menjadi juara,” imbuhnya.

Dengan alasan itu, lanjutnya, Liga Indonesia menjadi menarik ketimbang Malaysia. Ditambah lagi lebih banyak fans yang datang ke Stadion untuk memberikan dukungan.

“Di Malaysia, fans hanya hadir di laga semifinal dan final, tapi normalnya hanya beberapa penonton yang hadir, jarang stadion terisi penuh. Biasanya setiap pertandingan separuhnya itu kosong. Jadi itu perbedaan yang paling terasa saat ini,” pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani