Pemkot Bandung Integrasikan Pendidikan Gizi dan Gaya Hidup Sehat di Sekolah

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan sekolah harus menjadi ruang pendidikan yang tidak hanya mengedepankan akademik, tetapi juga kesehatan anak.

Pemkot Bandung Integrasikan Pendidikan Gizi dan Gaya Hidup Sehat di Sekolah
Kantin sekolah di Kota Bandung, kini menyajikan makanan higienis dan bergizi, sesuai Perwal 8/2026./Humas Pemkot Bandung

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan sekolah harus menjadi ruang pendidikan yang tidak hanya mengedepankan akademik, tetapi juga kesehatan anak.

Mewujudkan hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Peraturan Wali Kota Nomor 8 Tahun 2026 mulai mengintegrasikan edukasi gizi dan praktik gaya hidup sehat dalam kegiatan sekolah.

“Peraturan Wali Kota ini, adalah bentuk komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk memastikan sekolah menjadi ruang yang aman. Bukan hanya dari sisi pendidikan, tetapi juga dari pangan yang dikonsumsi setiap hari. Ini langkah strategis mencegah penyakit tidak menular sejak dini,” kata Farhan, Jumat 27 Februari 2026.

Dijelaskan ia, Perwal diterapkan awalnya pada lima sekolah dasar percontohan dengan fokus pada pembiasaan pola makan sehat sejak usia dini. Langkah tersebut, diharapkan tidak hanya membentuk kebiasaan individu. Tetapi juga memengaruhi keluarga dan lingkungan sekitar.

"Dari lima sekolah percontohan ini, kami berharap lahir gerakan bersama yang menjangkau seluruh sekolah di Kota Bandung. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi Bandung yang sehat, cerdas dan berdaya saing,” ucapnya.

Selain edukasi di kelas, kantin sekolah juga diatur untuk menyediakan makanan higienis dan bergizi. Perwal melarang penjualan jajanan tinggi gula, garam dan lemak serta bahan pangan yang berpotensi merugikan kesehatan. Sekolah dan pedagang, diberikan panduan serta tanggung jawab untuk memastikan standar ini diterapkan.

"Pemantauan pelaksanaan ekosistem pangan sehat dilakukan secara partisipatif. Melibatkan komite sekolah, guru, orang tua dan siswa. Kolaborasi lintas sektor, termasuk perangkat daerah terkait dan masyarakat luas menjadi kunci keberhasilan implementasi ini," ujar dia.***


Editor : JakaPermana