Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru PAUD

Pemkot Bogor meningkatkan kesejahteraan 1.189 guru PAUD melalui program Kesharlindung serta memberikan beasiswa kuliah kepada 60 guru di Universitas Terbuka. S

Pemkot Bogor Tingkatkan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru PAUD
Kepala Disdik Kota Bogor Herry Karnadi saat membagikan masker di SD Duta Pakuan beberapa waktu lalu.

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkomitmen meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Upaya tersebut diwujudkan melalui program Kesejahteraan dan Perlindungan (Kesharlindung) bagi 1.189 Guru PAUD serta pemberian beasiswa pendidikan kepada 60 guru untuk melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Herry Karnadi, mengatakan peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru menjadi salah satu perhatian Pemkot Bogor. Selain itu, pemerintah pusat memberikan bantuan revitalisasi terhadap 34 bangunan sekolah di Kota Bogor.

“Dari jumlah tersebut, 13 bangunan di antaranya merupakan taman kanak-kanak (TK),” ungkap Herry, Rabu (14/10/2026).

Herry menambahkan, Pemkot Bogor juga berkomitmen menyosialisasikan dan memperkuat pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah.

“Kami berkomitmen untuk menyosialisasikan dan menegaskan kembali program wajib belajar 13 tahun yang satu tahun di antaranya adalah pendidikan prasekolah, di mana PAUD sangat berperan untuk menyukseskan program wajar,” tegasnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Bogor, Yantie Rachim, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para guru serta komite PAUD yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan merupakan bentuk komitmen bersama untuk mengutamakan kepentingan anak.

“Program wajib belajar 13 tahun, dengan satu tahun pendidikan prasekolah, merupakan langkah pemerintah untuk memperkuat fondasi pendidikan anak,” tuturnya.

Yantie menegaskan, PAUD bukan lagi sekadar pilihan, melainkan bagian penting dari perjalanan pendidikan anak yang perlu didukung melalui layanan berkualitas.

“Pilihlah PAUD yang berkualitas, yaitu PAUD yang membuat anak senang, bahagia, berani, mandiri, dan senang belajar, bukan hanya mengedepankan akademis,” terangnya.

Menurut Yantie, kesiapan anak untuk bergaul, bermasyarakat, mendengarkan, bertanya, dan mencintai sekolah jauh lebih penting daripada sekadar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

Karena itu, masa transisi dari PAUD ke jenjang pendidikan berikutnya perlu dijalani bersama oleh pengelola PAUD, orang tua, dan sekolah. Kolaborasi tersebut diperlukan agar hari pertama anak bersekolah menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan menakutkan.

Yantie juga menekankan pentingnya peran komite PAUD sebagai penghubung antara rumah dan sekolah. Ketika orang tua, pendidik, dan pemerintah berjalan beriringan, setiap anak diharapkan memperoleh kesempatan pendidikan tanpa tertinggal ataupun putus sekolah.

“Ingatlah anak kita hanya satu kali menjadi anak kecil, tidak ada kesempatan kedua untuk mengulang masa emas mereka. Mari kita temani dan jaga sebaik-baiknya anak kita dengan hati, bukan sekadar dengan tuntutan,” paparnya.

Selain itu, Yantie mengingatkan orang tua agar membatasi waktu penggunaan gawai pada anak usia dini sesuai anjuran para ahli kesehatan anak.

“Selain pembatasan waktu, orang tua perlu mendampingi anak saat menggunakan gawai dan hadir secara utuh dalam setiap tahap perkembangannya,” pungkasnya.***


Editor : JakaPermana