Pemkot Tasikmalaya Tutup SPA Sampah Dadaha, Warga Dialihkan ke TPS Terdekat

Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi menutup **Stasiun Peralihan Antara (SPA) Sampah Dadaha** sebagai lokasi pembuangan sampah.

Pemkot Tasikmalaya Tutup SPA Sampah Dadaha, Warga Dialihkan ke TPS Terdekat
Spanduk larangan buang sampah terpampang di SPA dadaha kota tasikmalaya./INILAHKORAN-N Nurohman

INILAHKORAN.ID– Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi menutup **Stasiun Peralihan Antara (SPA) Sampah Dadaha** sebagai lokasi pembuangan sampah. Kebijakan tersebut diambil karena keberadaan SPA dinilai sudah tidak layak dan kerap mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan olahraga Dadaha.

Penutupan ditandai dengan pemasangan spanduk bertuliskan **"Dilarang Buang Sampah di Sini!!! SPA Sampah Dadaha Ditutup Total"** di lokasi pada Jumat (24/7/2026). Pemerintah juga menyiagakan personel Satpol PP Kota Tasikmalaya bersama petugas UPTD Dadaha untuk mengawasi agar tidak ada lagi warga yang membuang sampah di lokasi tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, Sandi Lesmana, mengatakan penutupan SPA Sampah Dadaha merupakan arahan langsung Wali Kota Tasikmalaya demi menjaga kebersihan kawasan publik yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga.

"Kebijakan ini merupakan perintah pimpinan, Pak Wali Kota, karena Dadaha adalah area publik untuk olahraga sehingga harus bersih," kata Sandi.

Penutupan SPA sebenarnya telah diberlakukan sejak Rabu (22/7/2026). Sebagai solusi, masyarakat dan petugas pengangkut sampah kini diarahkan membuang sampah ke sejumlah tempat penampungan sementara (TPS), yakni TPS Bale Wiwitan, Depo Mayasari, TPS Taman Harapan, dan TPS Cikalang.

Sandi menjelaskan bangunan SPA Dadaha tidak akan dibongkar, melainkan akan dimanfaatkan untuk fungsi lain. Sementara itu, pelayanan pengangkutan sampah diperkuat melalui armada *dump truck* dan kendaraan roda tiga yang disiagakan di TPS pengganti.

Warga Kecamatan Tawang, Dedi Ruswendi (72), menyambut positif kebijakan tersebut. Menurutnya, selama ini tumpukan sampah di SPA Dadaha sering meluber hingga ke badan jalan, terutama pada akhir pekan, sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan olahraga.

"Selama ini memang merasa terganggu karena sering sekali melimpah, apalagi saat akhir pekan sampai ke jalan sehingga pengguna arena olahraga sangat terganggu," ujarnya.

Meski demikian, Dedi berharap pemerintah juga menyiapkan solusi yang efektif bagi masyarakat dan pedagang agar penutupan SPA tidak memicu pembuangan sampah sembarangan di lokasi lain.

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya mengajak masyarakat mulai menerapkan pengelolaan sampah dari rumah dengan memilah sampah organik dan anorganik. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS dan tempat pemrosesan akhir.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Dadaha sudah tidak layak lagi menjadi tempat penampungan sampah. Kami berharap masyarakat bersabar, bekerja sama, dan mulai mengolah sampah organik di rumah masing-masing, sementara yang dibuang hanya sampah yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi," ujar Sandi.

Pemkot Tasikmalaya berharap penutupan SPA Sampah Dadaha dapat menciptakan kawasan olahraga yang lebih bersih, sehat, dan nyaman sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.***


Editor : JakaPermana