Sebar 218 Ribu Bibit di 5 BKPH, Perhutani KPH Tasikmalaya Perkuat Fungsi Ekologi

Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya menyiapkan sebanyak 218.151 bibit tanaman kehutanan untuk mendukung kegiatan penanaman tahun 2026. 

Sebar 218 Ribu Bibit di 5 BKPH, Perhutani KPH Tasikmalaya Perkuat Fungsi Ekologi
Sebanyak 218.151 bibit tanaman kehutanan disiapkan Perhutani KPH Tasikmalaya untuk mendukung kegiatan penanaman tahun 2026. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya menyiapkan sebanyak 218.151 bibit tanaman kehutanan untuk mendukung kegiatan penanaman tahun 2026. 

Ratusan ribu bibit tersebut diproyeksikan untuk menghijaukan lahan seluas 196,37 hektare yang tersebar di lima Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH).

​Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan sekaligus meningkatkan produktivitas kawasan secara berkelanjutan. Adapun jenis tanaman unggulan yang disiapkan meliputi Jati JPP SP, mahoni, dan balsa.

​Administratur KKPH Tasikmalaya Iwan Yuliawan Sunarya menegaskan, bagi Perhutani pengelolaan hutan bukan sekadar memanfaatkan sumber daya yang ada, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan ekologis untuk memastikan kelestariannya.

​“Persiapan musim tanam tahun 2026 merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam menjaga kesinambungan tegakan, meningkatkan produktivitas kawasan, serta memastikan hutan tetap memberikan manfaat ekologis dan ekonomi,” ujar Iwan, Kamis (5/11/2026).

​Iwan menambahkan, pihaknya ingin memastikan pengelolaan hutan yang lestari mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.

​“Karena itu, keterlibatan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bersama,” tambahnya.

​Sementara itu, Kepala Seksi Madya Pembinaan Sumber Daya Hutan (SDH) KPH Tasikmalaya Dadi Santosa menjelaskan seluruh persiapan teknis dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kesesuaian jenis tanaman dan kondisi lahan di masing-masing BKPH.

​“Kami memastikan kegiatan tidak berhenti pada penanaman bibit, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan agar tanaman tumbuh optimal dan mampu mendukung keberlanjutan tegakan hutan,” tegas Dadi.

​Selain menjaga fungsi ekologis dan kesinambungan tegakan, agenda penanaman ini turut membuka ruang partisipasi ekonomi bagi warga sekitar kawasan. Keterlibatan masyarakat dalam aktivitas penanaman hingga pemeliharaan berpotensi menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat kemitraan produktif antara Perhutani dan masyarakat desa hutan.

​Melalui sinergi ini, keberhasilan pengelolaan hutan lestari diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.


Editor : Doni Ramdhani