Petani Kabupaten Bandung Dapatkan Bantuan Bibit Buah untuk Pangan dan Konservasi

Ratusan petani di Desa Mekarmanik Cimenyan, Kabupaten Bandung mendapatkan bantuan bibit buah-buahan untuk pemenuhan pangan dan konservasi.

Petani Kabupaten Bandung Dapatkan Bantuan Bibit Buah untuk Pangan dan Konservasi
Ratusan petani di Desa Mekarmanik Cimenyan, Kabupaten Bandung mendapatkan bantuan bibit buah-buahan untuk pemenuhan pangan dan konservasi.

INILAHKORAN,Bandung- Ratusan Petani di Desa Mekarmanik Cimenyan, Kabupaten Bandung mendapatkan bantuan bibit buah-buahan untuk pemenuhan pangan dan konservasi.

Pembagian sebanyak 2.000 bibit buah-buahan yang diinisiasi Relawan Ganjar Pranowo Kabupaten Bandung tersebut dimaksudkan untuk membantu para Petani mendapatkan bibit yang dibutuhkan.

Koordinator Pelaksana, Bah Enjoem mengungkapkan, kegiatan pembagian bibit buah-buahan dimaksudkan agar para Petani mendapatkan bibit yang dibutuhkan. 

Menurut Bah Enjoem, pada kegiatan itu sebanyak 120 warga penerima bibit buah-buahan yang hadir secara langsung, sementara sebanyak 160 warga lainnya diberikan menyusul di hari berikutnya.

"Kami mendengar Petani di sini membutuhkan bibit buah-buahan untuk memperbaiki pertanian. Mereka merasa  kurang maksimal jika hanya bertani sayuran. Mereka ingin menambah bibit jenis lain dan bibit buah-buahan sangat cocok berkembang di Desa Mekarmanik” kata Bah Enjoem, Kamis 5 Januari 2023 lalu.

Menurut Enjoem, adanya kegiatan pembagian bibit tersebut, sebagai tindaklanjut Ganjar Pranowo yang mendengar masukan dari para relawan di Bandung yang ingin bergiat untuk memperbaiki gizi dan memperbaiki kerusakan lingkungan. 

Enjoem pun menyampaikan maksudnya untuk kegiatan politiknya agar lebih bermanfaat ketimbang sekadar mencari dukungan. 

"Saya kira gerakan politik harus memperbaiki diri. Salahsatu caranya ialah memberikan kail. bibit tanaman ini saya ibaratkan kail karena akan menjadi alat kerja Petani alias alat produksi. Bukan hanya alat produksi ekonomi melainkan alat produksi ekologi. Sifatnya juga jangka panjang,” kata Enjoem.

Dia melanjutkan, dengan menyebarkan bibit buah-buahan yang siap tanam dan hasil dari okulasi, para Petani akan lebih cepat memanen buahnya. Mereka akan mendapatkan manfaat yang banyak dengan mendapatkan gizi keluarga, meningkatkan pendapatan ekonomi, memperbaiki sumber air, mencegah erosi dan tentu saja memperbaiki udara.

Seorang Petani penerima bibit, Rismayanti (26 tahun) mengaku senang karena mendapatkan lima bibit durian yang ia inginkan sejak lama. Selain itu ia juga mendapatkan tiga bibit matoa, dua buah bibit sawo, tiga bibit nangka cempedak, dua bibit jeruk dekopon. Ia akan menanamnya di ladang yang konturnya miring dan selama ini sering erosi.

"Saya senang karena bibit buah-buahan ini sangat bagus. Dari sisi usia sudah cukup tanam dan berasal dari hasil okulasi/stek sehingga panennya tidak akan terlalu lama," kata Rismayanti.

Dari data kegiatan Relawan Sayap Kencana Ganjar Pranowo, sejak tanggal 19 Desember 2022 hingga 6 Januari 2023, relawan telah mendistribusikan 5.000 bibit pohon buah-buahan dari target pendistribusian 10.000 di bulan sampai akhir Januari 2023. 

bibit buah-buahan yang rata-rata setinggi 50 cm dari hasil okulasi itu akan disebarkan secara acak ke berbagai Petani di perbukitan Kawasan Bandung Utara di tiga Kecamatan, Cilengkrang, Cileunyi dan Cimenyan.  

Sementara itu pakar komunikasi, Prof.Dr.Dedy Djamaludin Malik mengaku mengapresiasi kegiatan politik Ganjar Pranowo di Jawa Barat yang fokus memperjuangkan problem mendasar dunia saat ini. 

Menurutnya, ada dua krisis dunia yang membutuhkan perhatian serius,  yaitu krisis pangan dan krisis lingkungan, termasuk lingkungan pertanian. Karena itu ia menyerukan agar gerakan politik harus benar-benar konkret dalam mengambil tindakan di lapangan melibatkan masyarakat seperti yang dilakukannya saat ini dengan menyebarkan bibit tanaman buah-buahan.

“Saya dan teman-teman relawan akan mengusahakan lebih banyak lagi karena program ini benar-benar bagus secara politik, artinya politik yang bermanfaat, bukan sekadar politik yang memanfaatkan rakyat untuk sekadar mendulang elektabilitas. Gerakan politik pangan dan politik ekologi yang sangat baik untuk memperbaiki pangan, ekonomi dan lingkungan sekaligus.***


Editor : Ghiok Riswoto