Penampungan Air Swadaya Warga di Singkup Layani 150 KK, Dikelola Swadaya Sejak 2011

Di tengah musim kemarau yang mulai dirasakan di Kota Tasikmalaya, warga Kampung Garempay, RT 05 RW 09, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu

Penampungan Air Swadaya Warga di Singkup Layani 150 KK, Dikelola Swadaya Sejak 2011
Pengelola menunjukkan penampungan air swadaya yang melayani ratusan warga di Kampung Garempay, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya./INILAHKORAN-N Nurohman

INILAHKORAN.ID – Di tengah musim kemarau yang mulai dirasakan di Kota Tasikmalaya, warga Kampung Garempay, RT 05 RW 09, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, masih dapat menikmati pasokan air bersih berkat penampungan air yang dibangun secara Swadaya sejak 2011.


Penampungan air tersebut dikelola DKM Al Ikhwan dan kini melayani sekitar 150 kepala keluarga di empat RT wilayah RW 09. Air bersih dipasok dari mata air di Margabakti, Kecamatan Cibeureum, yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga.


Pengelola penampungan air, Edi Supriadi, mengatakan air dialirkan menggunakan 11 pompa sebelum ditampung di toren dan didistribusikan ke rumah-rumah warga.


"Awalnya hanya melayani dua RT, sekarang berkembang menjadi empat RT di RW 09," kata Edi, Kamis (16/7/2026).


Sebanyak 50 pelanggan menggunakan sambungan meteran air dengan tarif sekitar Rp10 ribu per meter kubik. Selain itu, warga dari sejumlah daerah yang lebih jauh juga datang langsung ke lokasi untuk mengambil air menggunakan jeriken maupun galon.


Menurut Edi, dana yang terkumpul sekitar Rp2,5 juta setiap bulan dikelola sepenuhnya secara swadaya. Selain digunakan untuk operasional dan perawatan jaringan air, dana tersebut juga dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan keagamaan seperti pengajian serta pengadaan kitab dan Al-Qur'an bagi pesantren.


"Kami tidak digaji. Semua dikelola secara swadaya oleh warga," ujarnya.


Perawatan jaringan dilakukan setiap kali terjadi kebocoran, sementara pengecekan pipa dilakukan setiap hari agar distribusi air tetap lancar. Meski musim kemarau berlangsung, sumber mata air masih mampu memenuhi kebutuhan warga.


Penampungan air swadaya tersebut bahkan menjadi tempat warga dari Cintamanah, Babakan Nangerang, Singkup, hingga kawasan Purbaratu mengambil air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.***


Editor : JakaPermana