Penataan Kabel Udara di Bandung Ganggu Jaringan Internet, Ini Saran Erwan ke Apjatel

Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan mengungkapkan, peralihan kabel jaringan internet yang ditanam dalam tanah menuai polemik.

Penataan Kabel Udara di Bandung Ganggu Jaringan Internet, Ini Saran Erwan ke Apjatel
Wagub Jabar Erwa Setiawan meminta Apjatel supaya sebelum mengalihkan ke dalam tanah, kabel jaringan internet lama jangan dulu diputus. (dok)

INILAHKORAN.ID - Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan mengungkapkan, peralihan kabel jaringan internet yang ditanam dalam tanah menuai polemik.

Erwan mengatakan, banyak pihak yang mengadu karena jaringan internetnya terganggu dengan adanya peralihan kabel tersebut.

"Di Bandung saat ini juga sedang banyak terjadi permasalahan internet. Kemarin banyak pengaduan kepada saya, terutama dari para penyedia jasa internet. Mereka katanya sudah rapat dengan Pak Wali Kota (Farhan), terkait rencana pemindahan kabel udara ke bawah tanah," ujar Erwan saat ditemui di Gedung Sate, Senin (8/6/2026).

Untuk itu, dia meminta Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) supaya sebelum mengalihkan ke dalam tanah, kabel jaringan internet lama jangan dulu diputus.

"Saya menyarankan, sebelum itu dilaksanakan, kabel yang lama jangan diputus terlebih dahulu. Kabel bawah tanah harus dipasang dengan baik dan diuji coba. Setelah layak dan berfungsi dengan baik, baru kabel udara diputus," ucapnya.

Dia mengatakan, banyak pihak yang mengeluh dengan adanya peralihan kabel internet ini, karena mengganggu jaringan.

"Sekarang banyak yang mengeluh karena kabel udara sudah diputus, sementara kabel bawah tanah belum terpasang. Hotel-hotel juga banyak yang mengeluh karena tamunya komplain tidak ada internet," ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyatakan akan melakukan penataan tata kota, salah satunya kabel udara yang selama ini dinlai mengganggu ruang publik, utamanya di Kota Bandung.

Dia mengatakan, penataan kabel udara tetap menjadi prioritas pemerintah daerah meski membutuhkan waktu dan tahapan pelaksanaan yang tidak singkat. Ia menargetkan proses penataan jaringan kabel dapat diselesaikan secara bertahap hingga 2027.

"Iya, penataan kabel saya sudah dari dulu menargetnya pengennya 2027 selesai," ujar Dedi di Kota Bandung baru-baru ini.

Menurutnya, persoalan kabel yang menjuntai dan bertumpuk di atas jalan tidak lagi sekadar masalah estetika, melainkan bagian dari kebutuhan modernisasi infrastruktur perkotaan. 

Sebab itu, Pemprov Jabar tengah menyiapkan konsep pembangunan yang mengintegrasikan proyek jalan dengan jalur utilitas bawah tanah.

Langkah tersebut dinilai menjadi solusi jangka panjang, untuk mengurangi kepadatan kabel di ruang udara, sekaligus menciptakan tata kota yang lebih tertib dan aman.

Guna mempercepat realisasi program, Dedi berencana mengumpulkan para pelaku industri telekomunikasi yang tergabung dalam Apjatel. Pertemuan itu akan membahas mekanisme penataan jaringan, serta pembagian tanggung jawab dalam pelaksanaan program.

"Minggu depan ini saya akan ngundang Apjatel. Kan bilang mereka mereka tanpa biaya, tapi menurut saya sih kalau jumlahnya banyak begini, kan harus berbiaya pada akhirnya," katanya.


Editor : Doni Ramdhani