Pengelolaan Sampah di Kota Bandung Gunakan Sumber Daya yang Tersedia 

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pengelolaan sampah di Kota Bandung akan dipercepat di seluruh wilayah dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi, pengusaha dan masyarakat. 

Pengelolaan Sampah di Kota Bandung Gunakan Sumber Daya yang Tersedia 
Farhan menjelaskan, pihaknya kini tengah mengerahkan semua sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Kota Bandung. (yogo triastopo)

INILAHKORAN, Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pengelolaan sampah di Kota Bandung akan dipercepat di seluruh wilayah dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi, pengusaha dan masyarakat. 

Farhan menjelaskan, pihaknya kini tengah mengerahkan semua sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Kota Bandung. 

Pemkot Bandung juga mengundang para ahli dan pelaku industri yang memiliki inovasi dalam pemilahan, pengolahan, pemantauan dan pemusnahan sampah untuk berdiskusi dan berkolaborasi.

“Saya bisa pastikan, kita sekarang sedang mengerahkan semua sumber daya yang kita punya. Bahkan kami mengundang semua akademisi. Siapapun pengusaha yang punya ide untuk pemilahan, pengolahan, pemantauan dan pemusnahan sampah, silahkan datang ke Kota Bandung dan berdiskusi dengan kita," kata Farhan, Selasa 18 November 2025.

Ia menekankan pentingnya pengalaman, dan pengetahuan dari Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung yang sebelumnya sukses mengelola sampah di Bandung Kulon. “Sekdis DLH, Pak Dadang ini pilihan yang tepat, karena beliau adalah mantan Camat Bandung Kulon yang sangat sukses mengelola sampah. Jadi ilmunya mesti ditularkan kepada kita semuanya,” ucapnya.

Menurut Farhan, pendekatan pengelolaan sampah dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari tempat pembuangan sementara (TPS) hingga tingkat warga. “Insya Allah, kita akan memulai melakukan pengelolaan sampah mulai dari TPS sampai ke warga. Jadi sifatnya dari hilir ke hulu. Nanti pun akan beres bersama-sama, Insya Allah,” ujar dia.

Sambung ia, revitalisasi TPS dilakukan dengan menyesuaikan fasilitas sesuai karakteristik sampah yang ada. Sampah organik di pasar-pasar seperti Gede Bage dan Astanaanyar akan dikelola menggunakan biodigester, termasuk di Pasar Caringin yang dikelola swasta dengan kerja sama pihak ketiga. 

Sementara di TPS lain seperti Tegalega, Babakan Sari dan beberapa lokasi lain sampah akan dimusnahkan menggunakan insinerator.

“Target waktunya secepatnya. TPS sekarang sedang direvitalisasi, khususnya yang lahannya luas dan kita akan pasang fasilitas sesuai karakteristik sampah yang menumpuk di situ. Kalau organik, seperti di Pasar Gede Bage dan Pasar Astanaanyar. Fasilitasnya adalah biodigester, termasuk juga di Pasar Caringin," tuturnya.

Pihaknya menargetkan pengoperasian 15 insinerator dengan kapasitas 10 ton per hari masing-masing pada akhir tahun ini. “Tapi bukan berarti hari pertama langsung penuh, karena butuh komisioning sekitar sebulan untuk mencapai kapasitas penuh 24 jam,” ujar dia.

Farhan mengakui tantangan pengelolaan sampah menjelang libur Natal dan Tahun Baru cukup berat, namun optimistis dapat teratasi.

“Memasuki Nataru, kita perkirakan sekitar dua minggu lagi masuk libur natal dan tahun baru, kerja keras lah. Tapi saya yakin dengan kekuatan dan kemampuan DLH, kecamatan, kelurahan dan bantuan masyarakat. Kita bisa mengatasi tantangan ini. Kritik masyarakat bukan karena marah, tapi karena ingin ikut membangun Kota Bandung bebas sampah dari hulu sampai hilir,” ucap Farhan.

Untuk tahun depan kata ia, Pemkot Bandung menargetkan penambahan lima titik TPS revitalisasi. Anggaran untuk pengelolaan sampah tetap konsisten sebesar empat persen dari APBD 2025 dan 2026.

“Tahun depan, mudah-mudahan bisa bertambah lima titik lagi. Kita lihat potensi-potensi yang menjadi masalah dan menjadi fokus. Untuk anggaran, satu insinerator sekitar 1,5 miliar rupiah. Secara keseluruhan, APBD 2025 dan 2026 konsisten mengalokasikan empat persen dari anggaran untuk pengelolaan sampah,” tandasnya


Editor : Doni Ramdhani