Pengembangan Expo Center Watubelah Terganjal Anggaran, 12 Kios Belum Bisa Dibangun
Pemkab Cirebon belum mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan pembangunan Expo Center Watubelah pada 2027.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkab Cirebon belum mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan pembangunan Expo Center Watubelah pada 2027. Sejumlah fasilitas yang sebelumnya direncanakan melengkapi kawasan tersebut terpaksa ditunda lantaran terbatasnya kemampuan keuangan daerah.
Salah satu pekerjaan yang belum dapat direalisasikan adalah pembangunan 12 kios atau shelter. Padahal, fasilitas tersebut dibutuhkan untuk menunjang aktivitas perdagangan di kawasan Expo Center Watubelah.
Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon Teguh Mulyono mengatakan, pengembangan kawasan Watubelah masih jauh dari kebutuhan anggaran yang direncanakan sejak awal.
Untuk merealisasikan keseluruhan konsep pembangunan, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp39 miliar. Sementara pada tahap pembangunan sebelumnya, anggaran yang telah dialokasikan baru sekitar Rp4,525 miliar.
"Untuk rencana lanjutan penambahan fasilitas Watubelah tahun depan tidak ada," kata Teguh, Jumat (9/10/2026).
Menurut Teguh, keterbatasan anggaran tidak hanya berdampak pada kelanjutan pembangunan di Watubelah. Rencana penambahan shelter di kawasan Taman Parkir dan sejumlah lokasi lainnya juga belum mendapat alokasi pada tahun anggaran 2027.
Disperdagin, kata dia, untuk sementara hanya akan melakukan pemeliharaan terhadap fasilitas yang sudah tersedia.
"Shelter di Watubelah masih kurang 12 kios lagi. Tahun depan tidak ada penambahan shelter, baik di Watubelah, Taman Parkir maupun wilayah lainnya. Paling hanya perawatan," ujarnya.
Untuk kegiatan pemeliharaan tersebut, Disperdagin memperkirakan anggaran yang tersedia pada 2027 hanya berkisar Rp200 juta. Dana itu diperuntukkan bagi kebutuhan perawatan shelter selama satu tahun.
"Tahun depan hanya pemeliharaan. Kemungkinan kita mendapatkan sekitar Rp200 juta untuk pemeliharaan shelter selama setahun," katanya.
Belum tersedianya anggaran pembangunan lanjutan membuat penyelesaian Expo Center Watubelah sesuai konsep awal kembali harus menunggu.
Pasalnya, kawasan tersebut semula diproyeksikan menjadi salah satu pusat kegiatan perdagangan dan pameran di Kabupaten Cirebon.
Selain menyediakan fasilitas bagi pelaku usaha, Expo Center Watubelah juga dirancang memiliki kawasan kuliner dan ruang ekspo yang dapat dimanfaatkan untuk penyelenggaraan pameran berskala nasional.
Namun, untuk mewujudkan seluruh fasilitas tersebut, masih diperlukan dukungan anggaran yang cukup besar. Dengan belum adanya alokasi pembangunan lanjutan pada 2027, penambahan fasilitas Expo Center Watubelah dipastikan belum dapat dilaksanakan pada tahun tersebut.
"Pemkab Cirebon melalui Disperdagin untuk sementara akan memusatkan penggunaan anggaran pada pemeliharaan sarana yang sudah ada. Ini sembari menunggu kemampuan keuangan daerah memungkinkan dilakukannya pembangunan berikutnya," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani
