Heboh Video Asusila, Poltekkes Kemenkes Bandung Pastikan Hoaks
Beredarnya sebuah video adegan dewasa dimana pemeran wanita dalam video tersebut dinarasikan sebagai mahasiswi Poltekkes Kemenkes Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Beredarnya sebuah video adegan dewasa dimana pemeran wanita dalam video tersebut dinarasikan sebagai mahasiswi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Bandung. Pihak kampus pun langsung turun tangan dan memastikan narasi tersebut adalah hoaks.
Melalui keterangan resminya, pihak Poltekkes Kemenkes Bandung menyatakan telah melakukan penelusuran dan verifikasi mendalam terkait video viral tersebut. Hasilnya, dipastikan bahwa wanita dalam video itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan pihak kampus.
"Berdasarkan hasil penelusuran dan verifikasi mendalam, individu yang terdapat dalam video tersebut bukan merupakan mahasiswi Poltekkes Kemenkes Bandung," demikian klarifikasi resmi Poltekkes Kemenkes Bandung di laman media sosial Instagramnya, Jumat (9/10/2026).
Pihak kampus membantah keras tudingan tersebut dengan membeberkan sejumlah bukti, salah satunya terkait pakaian yang dikenakan pemeran dalam video. Terdapat perbedaan mencolok pada desain seragam hingga logo institusi.
"Hal ini dibuktikan secara tegas melalui ketidaksesuaian atribut pakaian yang dikenakan. Desain seragam, bentuk dan tata letak logo, serta identitas visual lainnya yang terlihat dalam video tersebut sama sekali tidak merepresentasikan seragam dan atribut resmi mahasiswa/i Poltekkes Kemenkes Bandung," tulisnya.
Atas kejadian ini, Poltekkes Kemenkes Bandung sangat menyayangkan beredarnya video hoaks yang berpotensi mencoreng dan merugikan nama baik institusi pendidikan tersebut.
Lebih lanjut, kampus mengimbau masyarakat luas serta warganet agar lebih bijak dalam bermedia sosial dan tidak ikut-ikutan menyebarkan konten yang belum terverifikasi kebenarannya. Pihak kampus juga mengingatkan adanya ancaman pidana di balik penyebaran konten asusila maupun informasi bohong.
"Penyebaran konten maupun informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan dampak negatif dan berpotensi melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," imbaunya.
"Poltekkes Kemenkes Bandung berkomitmen untuk menjaga integritas institusi serta mendukung upaya penyebaran informasi yang benar, akurat, dan bertanggung jawab," pungkas pernyataan tersebut.
Editor : Doni Ramdhani
