Pengurugan Kali Ciparigi OCBD Kota Bogor Diprotes Keras Warga, Bisa Banjir Nanti...

Warga RW 05 Kaum Sari, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara protes dengan langkah pengurugan kali Ciparigi yang dilakukan pihak One Central Business District (OCBD) Kota Bogor.

Pengurugan Kali Ciparigi OCBD Kota Bogor Diprotes Keras Warga, Bisa Banjir Nanti...
Aparat RT RW dan warga ramai-ramai ke lokasi pengurugan kali Ciparigi OCBD Kota Bogor pada Selasa 12 Desember 2023 malam hingga Rabu 13 Desember 2023 dini hari.  (rizki mauludi)

INILAHKORAN, Bogor - Warga RW 05 Kaum Sari, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara protes dengan langkah pengurugan kali Ciparigi yang dilakukan pihak One Central Business District (OCBD) Kota Bogor.

Bahkan, aparat RT RW dan warga ramai-ramai ke lokasi pengurugan kali Ciparigi OCBD Kota Bogor pada Selasa 12 Desember 2023 malam hingga Rabu 13 Desember 2023 dini hari. 

Salah satu warga Kaum Sari Ahmad menuturkan, warga memprotes langkah pengurugan kali Ciparigi OCBD Kota Bogor lantaran bisa mengakibatkan banjir di kawasan pemukiman tersebut.

"Itu tidak sesuai prosedur, jadi pengurugan kali Ciparigi OCBD itu mau nutup jalan air. Nah, kalah ditutup jalan airnya, dampaknya bagaimana nanti kalau banjir kembali. Khawatirnya kerendam semua pemukiman warga Kaum Sari," kata Ahmad, Rabu 13 Desember 2023.

Ahmad menuturkan, karena itu warga berbondong-bondong ke tempat pengurugan kali Ciparigi OCBD.

"Untuk pembangunan jembatan yang dijanjikan, bukan solusi untuk warga itu," terangnya.

Merespons hal itu, Camat Bogor Utara Riki Robiansyah segera mempertemukan warga dengan pihak OCBD. Para wakil rakyat dan Wali Kota Bogor Bima Arya juga meminta agar pihak OCBD Kota Bogor tidak merugikan masyarakat dalam hal apapun meski tengah membangun pemukiman modern.

Wali Kota Bogor Bima Arya menuturkan, siang ini pukul 13.00 WIB pak Camat Bogor Utara akan berkomunikasi dengan warga, jangan sampai pembangunan itu memberikan dampak buruk bagi warga.

"Pembangunan untuk kesejahteraan dan perekonomian, kalau tidak mendapatkan itu ya buat apa. Jadi harus dikoreksi," tegas Bima kepada INILAH pada Rabu 13 Desember 2023.

Bima melanjutkan, tetapi dirinya berkeyakinan akan ada titik temu, apabila tidak ada titik temunya Wali Kota Bogor akan turun langsung.

"Kalau tidak ada titik temu, saya akan turun langsung. Tapi saya percaya pak Camat Bogor Utara Riki Robiansyah bisa memfasilitasi warga," terangnya.

Saat ditanya, apakah ada sangsi untuk pihak OCBD. Bima ingin melihat terlebih dahulu apa kesalahannya.

"Kami lihat dahulu kesalahannya apa. Kalau ada kesalahan, kembali dahulu kepada aturan saja," ujar Bima.

Di tempat yang sama, Camat Bogor Utara, Riki Robiansyah menuturkan, pihaknya segera mempertemukan warga dengan pihak OCBD agar ada kesepakatan dan tidak merugikan masyarakat.

"Direncanakan pertemuan warga dengan OCBD pada Kamis 14 Desember 2023. Tadi saya sudah komunikasi dengan warga, menunggu kesepakatan warga dahulu untuk waktu pertemuan," terangnya.

Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKS Endah Purwanti menuturkan, setelah pertemuan warga, OCBD, Pemkot Bogor dan DPRD Kota Bogor beberapa waktu lalu, ternyata lambat untuk eksekusi enam poin rekomendasi dari DPRD.

"Ya, itu lambat eksekusinya. Dari enam rekomendasi DPRD, lambat. Untuk PR Pemkot Bogor adalah pertama menghitung debit air, kedua masalah bottle neck, ketiga kajian bajir sehingga dibutuhkan apakah kolam retensi/ sodetan, dan keempat sosialisasi dan komunikasi. Untuk PR pengembang pertama pembebasan lahan, ini belum dilaksanakan, kedua sosialisasi dan lainnya belum dilaksanakan dan ketiga membuat kolam retensi. Untuk bantuan sembako ke masyarakat informasinya sudah," jelasnya. (rizki mauludi)


Editor : Doni Ramdhani