Perajin Tahu Tempe Sesuaikan Harga, Konsumen Harus Bayar Lebih Mahal
Kondisi perajin tahu di di daerah Kota Bandung semakin berat akibat kenaikan harga bahan baku.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID- Kondisi Perajin tahu di di daerah Kota Bandung semakin berat akibat kenaikan harga bahan baku.
Ketua Paguyuban Tahu tempe Jawa Barat, Muhamad Zamaludin mengungkapkan Lonjakan harga tidak hanya terjadi pada kedelai, namun juga plastik kemasan yang menjadi kebutuhan penting dalam produksi.
“Harga kedelai sekarang sudah di kisaran Rp10.700-Rp10.800 per kilogram, bahkan kemarin naik lagi Rp200. Untuk plastik, kenaikannya sekitar Rp14.000 per kilogram hampir 50 persen. Ini sangat memengaruhi biaya produksi kami,” kata Muhamad Zamaludin, Jumat (3/4/2026).
Kenaikan biaya produksi tersebut, membuat harga jual tahu dan tempe ikut menyesuaikan. Menurutnya, mayoritas perajin memilih menaikkan harga sedikit demi sedikit agar konsumen tidak terlalu terbebani. “Misalnya, harga tahu naik dari Rp60 ribu menjadi Rp62 ribu per papan. Ada juga yang mengurangi ukuran, tapi lebih banyak yang menyesuaikan harga. tempe pun naik sekitar 7-10 persen,” ucapnya.
Meski ada opsi impor kedelai dari India dan Brasil, kualitasnya dinilai masih di bawah kedelai asal Amerika Serikat dan Kanada. Zamaludin menekankan, solusi tersebut hanya bersifat jangka pendek.
Dengan kondisi tersebut ditambahkan dia, konsumen di Jawa Barat kini harus menghadapi harga tahu-tempe yang lebih tinggi. "Sementara kami perajin, tentunya terus berusaha berpikir menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan daya beli masyarakat," ujar dia.***
Editor : JakaPermana

