Perangi Covid-19, Dinkes KBB Ajak Semua Lini Gerak Cepat

INILAH, Ngamprah- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat terus bergerak memerangi wabah virus corona (Covid-19) di wilayah Bandung Barat.

Perangi Covid-19, Dinkes KBB Ajak Semua Lini Gerak Cepat
Foto : Dinas Kesehata (Dinkes) KBB saat melaksanakan penyemprotan disinfektan

INILAH, Ngamprah-  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat terus bergerak memerangi wabah virus corona (Covid-19) di wilayah Bandung Barat.

Kasie Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja & Olahraga Dinkes KBB,  Mawaddah, mengatakan, pihaknya telah berbagi tugas dengan seluruh SKPD yang ada di Bandung Barat untuk melakukan pencegahan Covid-19.

Terkait dengan kasus pasien positif corona, Mawaddah menjelaskan, pasien tersebut sudah di isolasi dan mendapat perawatan di RSUD Cililin.

"Kami sudah berbagi tugas dengan Disindag, BPBD, Damkar, Polres, Koramil dan seluruh SKPD. Untuk kasus pasien PDP kemarin, mestinya Dinsos mengambil tindakan untuk mengamankan," jelasnya saat ditemui INILAH, Rabu (1/4/2020).

Mawaddah mengaku, semua lini sudah bergerak cepat, karena ini merupakan intruksi dari pusat. Ia melanjutkan, Dinkes membuat disinfektan hanya untuk orang yang memiliki kasus, seperti ODP, PDP, dan suspect.

"Kami harus berkonsentrasi untuk melayani pasien terjangkit Covid-19, sedangkan yang melayani kebutuhan disinfektan untuk umum bisa melalui BPBD," ujarnya.

Mawaddah menuturkan, untuk penyemprotan disinfektan yang dilakukan di pasar dilakukan oleh PMI bekerjasama dengan Indag. Sementara untuk penyemprotan jalan raya dilakukan oleh Damkar.

"Untuk SOP penyemprotan disinfektan kita sudah sosialisasikan dengan pengawalan dari polres dan kodim," tuturnya..

Mawaddah menegaskan, intinya di KBB sudah bergerak bersama-sama untuk melakukan penyemprotan disinfektan sesuai intruksi Kepala Dinas Kesehatan dan Surat Edaran dari pusat.

"SOP sudah kita berikan baik di SKPD maupun bagi masyarakat," tegasnya.

Disinggung terkait pengadaan bilik disinfektan, Mawaddah menjelaskan, bilik disinfektan sangat berbahaya bagi tubuh. Menurut WHO, kata Mawaddah, cairan disinfektan hanya disemprotkan pada benda-benda sekitar, misal pegangan pintu, kunci, dan lain sebagainya.

"Kalau disinfektan disemprotkan ke tubuh secara langsung, itu bisa menyebabkan penyakit lainnya, seperti kanker," katanya.

Mawaddah menambahkan, virus Covid-19 akan tetap hidup dan bertahan di lokasi yang lembab. Idealnya usai disemprot disinfektan ruangan atau benda tersebut harus didiamkan selama 10 menit, kemudian baru di lap.

"Yang paling bagus itu, cuci tangan pakai sabun," ujarnya. (agus sn).

 


Editor : suroprapanca