Perbaikan Jalan Lingkar Pasar Cikurubuk Terkendala Anggaran, Warga Diminta Bersabar
Warga Kota Tasikmalaya yang sehari-hari melintasi Jalan Lingkar Pasar Cikurubuk harus bersabar lebih lama.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Warga Kota Tasikmalaya yang sehari-hari melintasi Jalan Lingkar Pasar Cikurubuk harus bersabar lebih lama.
Pasalnya, rencana perbaikan menyeluruh ruas Jalan Lingkar Pasar Cikurubuk tersebut hingga kini masih menunggu kepastian anggaran.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya menyebut, penanganan yang dapat dilakukan saat ini hanya sebatas pemeliharaan rutin berupa tambal sulam pada sejumlah titik kerusakan.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUTR Kota Tasikmalaya Heri Nugraha mengatakan, perbaikan Jalan Lingkar Pasar Cikurubuk sebenarnya telah memiliki dokumen perencanaan yang lengkap. Namun, pelaksanaan fisik belum bisa dilakukan karena belum tersedia anggaran.
"Progres sekarang hanya baru sebatas DED, sudah beres tahun kemarin. Sudah muncul juga kebutuhan anggarannya, cuma kalau mau pelaksanaan fisik harus ada penyesuaian harga karena sekarang harga aspal sudah naik," ujar Heri, Kamis (11/6/2026).
Berdasarkan hasil perencanaan terakhir, kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi Jalan Lingkar Pasar Cikurubuk mencapai sekitar Rp15,4 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi penanganan ruas lingkar luar pasar yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Menurut Heri, kerusakan jalan di kawasan tersebut terus bertambah, terutama berupa lubang di sejumlah titik. Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah hanya mampu melakukan penanganan sementara.
"Kerusakan mulai bertambah di beberapa titik lubang. Paling kita sentuh lewat pemeliharaan rutin untuk penambalan saja, meskipun belum tuntas dan masih dalam progres sesuai kemampuan kami," katanya.
Dia menjelaskan, rencana rehabilitasi jalan masih menggunakan konstruksi hotmix. Opsi perkerasan beton dinilai lebih tahan terhadap air, namun membutuhkan biaya yang jauh lebih besar sehingga harus mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.
Selain Jalan Lingkar Pasar Cikurubuk, sejumlah ruas jalan lain yang memerlukan perhatian di Kota Tasikmalaya di antaranya Jalan Siliwangi, Jalan Garuda, Jalan Abdul Saleh, dan Jalan Cicurug. Namun, kondisi kerusakan di ruas-ruas tersebut lebih banyak berupa permukaan jalan yang bergelombang dan bukan lubang yang membahayakan pengguna jalan.
Heri mengungkapkan, hingga pertengahan tahun 2026 belum ada proyek peningkatan atau rehabilitasi jalan yang dikerjakan oleh Dinas PUTR Kota Tasikmalaya. Kegiatan yang telah dilakukan baru sebatas penanganan jalan ambruk di wilayah Empang serta rehabilitasi drainase di kawasan Situ Gede.
Dari total sekitar 461 kilometer jalan kota yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, Jalan Lingkar Pasar Cikurubuk saat ini menjadi salah satu ruas yang paling mendesak untuk mendapatkan penanganan permanen.
Meski demikian, kepastian pelaksanaan proyek masih menunggu pembahasan dan ketersediaan anggaran dari pemerintahan daerah.
Editor : Doni Ramdhani

