Dari 34 Ruas Target 2026, Sebagian Besar Perbaikan Jalan di KBB Gunakan Rabat Beton
Jajaran Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersama Dinas PUTR kembali melakukan pengawasan hasil perbaikan sejumlah ruas jalan wilayah Kec Ngamprah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Jajaran Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersama Dinas PUTR kembali melakukan pengawasan hasil perbaikan sejumlah ruas jalan di wilayah Kecamatan Ngamprah.
Ketua Komisi III DPRD KBB Pither Tjuandys menyebutkan, hasil pengawasan tercatat ketebalan lapisan terukur konsisten, rata-rata mencapai 4 sentimeter bahkan lebih, meskipun berupa penambahan lapisan di atas jalan yang sudah pernah dikerjakan sebelumnya.
"Penggunaan rabat beton menjadi pilihan utama karena jauh lebih tahan terhadap beban kendaraan berat yang melintas setiap hari," kata Pither di ruas jalan Somawinata, Desa Tanimulya, Jumat (7/8/2026).
Sebaliknya, penggunaan aspal panas atau hotmix dinilai kurang efektif lantaran hanya bertahan singkat, sekitar 5 hingga 6 bulan saja sebelum kembali rusak, yang pada akhirnya hanya membuang anggaran daerah secara sia-sia.
"Kita lebih memilih rabat beton agar jalan awet lama, meskipun kendalanya seringkali pada lebar jalan yang sempit dan minim jalur alternatif saat pelaksanaan pekerjaan buka-tutup akses," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang jalan dan Jembatan Dinas PUTR KBB Asep Indra Gumilar mengungkapkan dari total target 34 ruas jalan yang bakal ditangani tahun 2026, sebagian besar atau sekitar 80% sudah menggunakan metode rabat beton.
"Hanya sebagian kecil kondisi khusus yang masih menggunakan aspal," kata Asep.
Hingga saat ini, sebut Asep, baru sekitar empat hingga enam ruas utama yang dinyatakan selesai sepenuhnya, seperti ruas Maribaya–Puncak Barat, Cikareumbi, Rancapanggung–Ugrem, Cilame–Mekarsari dan Somawinata.
Menurutnya, seluruh proyek dijadwalkan tuntas seluruhnya pada September mendatang, kecuali pekerjaan jembatan Rawa Bogo yang diprediksi selesai akhir tahun lantaran masih dalam tahap pengadaan dan evaluasi.
"Tantangan terberat pembangunan ditemui di wilayah bagian selatan dengan kontur medan yang terjal dan menantang," tuturnya.
Di sana spesifikasi disesuaikan, selain konstruksi yang diperkuat, perbaikan saluran drainase menjadi prioritas utama agar air tidak menggerus permukaan jalan.
"Tapi, hingga saat ini kami belum menerima keluhan resmi dari masyarakat yang menjadi indikasi kuat terkait mutu pekerjaan," ucapnya.
Editor : Doni Ramdhani


