Pergerakan Tanah di Jati Sari, Rumah Rusak, Jalur Banjarwangi-Cikajang Terhambat
Satu bangunan rumah milik warga rusak berat, dan lalu lintas kendaraan pada lintasan ruas jalan penghubung Kecamatan Banjarwangi dengan Kecamatan Cikajang terhambat. Gara-garanya, ada pergeseran tanah di Kampung Jatisari RT 04 RW 02 Desa Mulyajaya Kecamatan Banjarwangi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Garut- Satu bangunan rumah milik warga rusak berat, dan lalu lintas kendaraan pada lintasan ruas jalan penghubung Kecamatan Banjarwangi dengan Kecamatan Cikajang terhambat. Gara-garanya, ada pergeseran tanah di Kampung Jatisari RT 04 RW 02 Desa Mulyajaya Kecamatan Banjarwangi.
Karena dinilai berbahaya, penghuni yang rumahnya rusak berat diungsikan ke rumah kerabat/tetangganya yang dinilai masih aman.
Sebanyak delapan unit rumah warga lainnya di Kampung Lemah Duhur dalam kondisi terancam akibat pergeseran tanah sepanjang sekitar 30 meter tersebut.
Kejadian tersebut membuat warga sekitar lokasi dituntut berhati-hati, dan senantiasa waspada akan kemungkinan ancaman bencana lebih besar. Begitu juga para pengendara yang melintas di jalur Banjarwangi-Cikajang agar lebih berhati-hati.
"Saya berharap dinas terkait segera mengambil tindakan dengan menutup jalan untuk sementara guna mengantisipasi kecelakaan lalu lintas di jalur ini. Sebab, pergerakan tanah masih terjadi sampai saat ini," kata Sekmat Banjarwangi Depi Kuspia, Kamis (12/3/2020).
Sebanyak delapan rumah terancam terdampak pergerakan tanah itu yakni rumah milik Deni Darmadi yang dihuni 3 anggota keluarga, Muhtar (3 orang), Nining (4 orang), Rahmat (4 orang), Kurnia (4 orang), Dadan (5 orang), Iyay (7 orang), dan Mamah (3 orang).
Jika tak segera mendapatkan penanganan, dikhawatirkan pergerakan tanah semakin parah, dan kondisi badan jalan kabupaten menghubungkan wilayah Cikajang-Banjarwangi itu pun kian membahayakan.
Berkaitan pergeseran/pergerakan tanah tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut TB Agus Sopyan menyebutkan, pihaknya baru mengajukan persoalan tersebut untuk dikaji Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi.(zainulmukhtar)
Editor : Bsafaat


