Perjuangan Beckham Raih Gelar Sarjana, Bagi Waktu hingga Korbankan Waktu Istirahat

Kesuksesan tidak hanya diraih Beckham Putra Nugraha di atas rumput hijau sebagai andalan lini tengah Persib Bandung dan Timnas Indonesia. 

Perjuangan Beckham Raih Gelar Sarjana, Bagi Waktu hingga Korbankan Waktu Istirahat
Rabu (15/4/2026), Beckham Putra resmi menyandang gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan dari Unjani. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Kesuksesan tidak hanya diraih Beckham Putra Nugraha di atas rumput hijau sebagai andalan lini tengah Persib Bandung dan Timnas Indonesia. 

Rabu (15/4/2026), Beckham Putra resmi menyandang gelar sarjana Ilmu Pemerintahan dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani). Hal ini membuktikan bahwa karier sepak bola dan pendidikan tinggi bisa berjalan beriringan.

Pencapaian ini tentu bukan hasil instan. Di tengah hiruk-pikuk jadwal padat kompetisi Liga 1 yang kini tinggal menyisakan tujuh laga, ditambah pemanggilan berkala ke Tim Nasional, gelandang berusia 23 tahun ini mengaku harus bekerja ekstra keras. 

Menyelesaikan studi hingga tahap akhir merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan, di mana disiplin dan manajemen waktu menjadi kunci utama.

"Alhamdulillah, ini rangkaian panjang saya bisa lulus sebagai sarjana. Tidak mudah di tengah kesibukan yang sangat padat, baik di klub maupun Timnas," kata pemuda yang akrab disapa Etam itu saat ditemui di Unjani.

"Saya harus benar-benar bisa membagi waktu dengan kuliah di Unjani," ucapnya.

Etam mengakui sistem perkuliahan yang fleksibel dengan opsi online menjadi salah satu penyumbang kelancaran studinya. Namun, hal itu tidak mengurangi beban tanggung jawab yang harus dipikulnya. 

Untuk mengejar ketertinggalan materi atau menyelesaikan tugas akhir, Etam tak segan-segan mengorbankan waktu istirahat yang biasanya sangat dibutuhkan atlet usai berlatih atau bertanding.
 
"Membagi waktu ya, di sela-sela latihan kan ada waktu senggang. Kebetulan kelas saya juga bisa diikuti secara daring, jadi lebih memudahkan," katanya. 

"Tapi tetep aja, seringkali harus memanfaatkan waktu istirahat untuk mengerjakan tugas-tugas dari dosen," imbuhnya.

Langkah Etam ini menunjukkan keseriusannya dalam memandang masa depan. Bagi seorang atlet, karier di lapangan memiliki batas usia. Oleh karena itu, Etam sadar betul pentingnya memiliki "Plan B" atau bekal lain yang bisa diandalkan setelah gantung sepatu nanti.

"Pemilihan jurusan Ilmu Pemerintahan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bukan tanpa alasan. Saya target jelas untuk terjun ke birokrasi atau menjadi ASN di masa depan," ungkapnya.

Dia menyebut, kesempatan ini pun terbuka lebar baginya mengingat statusnya sebagai atlet berprestasi yang pernah menyumbangkan medali emas untuk Indonesia di ajang SEA Games.

"Pendidikan tetap nomor satu pastinya. Tidak selamanya kita main bola, jadi saya mikir untuk jenjang ke depan harus mempersiapkan diri. Sekolah itu penting," ujarnya. 

"Saya ambil Ilmu Pemerintahan karena memang ingin terjun ke pemerintahan. Kebetulan juga sebagai atlet yang pernah juara SEA Games, ada jalannya untuk menjadi ASN," tegasnya.


Editor : Doni Ramdhani