INILAH, Bandung - Jumlah talenta digital di semua bidang industri dinilai masih sedikit. Diperlukan sinergi semua pihak untuk mempercepat penambahan talenta digital.
Chief Human Capital Officer (CHCO) PT Telekomunikasi Indonesia Herdy R. Harman mengatakan, kebutuhan talenta digital terutama dari generasi milenial adalah keniscayaan yang tidak bisa dicegah.
Menurutnya, perubahan zaman ke era disrupsi sudah terjadi. "Air BnB dan Uber tak perlu punya hotel dan kendaraan, namun mereka sudah jadi big business dalam waktu singkat, sehingga perlu percepatan talenta digital," katanya di sela-sela "PluggedIn, Corpu Indonesia Learn & Share" di Telkom Corporate University (Corpu), Bandung, Rabu (14/11/2018).
Dia menambahkan, kebutuhan tersebut membuat pihaknya kini sudah memiliki komposisi karyawan usia milenial secara grup keseluruhan sebesar 80% serta PT Telkom sebagai induk sebesar 35% atau terjadi kenaikan 15% dari komposisi awal saat dia menjabat CHCO pada 2015 lalu.
Menurut dia, salah satu strateginya adalah saling belajar sekaligus berbagi pengalaman antar para pihak melalui forum PluggedIn. Forum ini bisa diakses para pegiat HCM khususnya yang berada di BUMN, yang mana Herdy saat ini bertindak sebagai Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia.
Menurutnya, perubahan sosial dan prilaku masyarakat dan industri membuat karyawan selalu mengutamakan kepraktisan beraktivitas termasuk saat belajar. Secara simultan, hierarkis bos dan bawahan makin memudar seiring tren kolaborasi dan interpreneurship, sehingga lingkungan kerja menjadi lebih fleksibel.
"Harapan kami (melalui PluggedIn) proses pembelajaran dan berbagi menjadi lebih fun, lebih luas aksesnya, serta seperti yang kami alami, mampu memberikan dampak kepada performa bisnis perusahaan," tuturnya.
SGM Telkom Corpu Rina D. Pasaribu mengatakan acara tersebut berusaha menyinergikan semua pihak, karenanya hadir di lokasi sedikitnya 300 perwakilan dari 74 entitas (60 BUMN, 5 Lembaga pemerintahan, 2 Universitas, dan 7 Swasta).
"Maka kami tulis PluggedIn Corpu Indonesia, bukan Telkom saja, karena kami ingin berbagi. Tak hanya memberi tapi juga diajarkan pengalaman dari BUMN lain," katanya.