Persiapan Arus Mudik Lebaran, Dishub KBB Petakan Dua Jalur yang Bakal Dilalui Pemudik

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah melakukan persiapan menyeluruh guna menjamin kelancaran arus mudik Lebaran Idulfitri

Persiapan Arus Mudik Lebaran, Dishub KBB Petakan Dua Jalur yang Bakal Dilalui Pemudik
Kepala Dinas Perhubungan KBB, Mochammad Ridwan Evi

INILAHKORAN.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah melakukan persiapan menyeluruh guna menjamin kelancaran arus mudik lebaran Idulfitri.

Personel, sarana, hingga prasarana penunjang perjalanan sudah dipersiapkan mengingat wilayah KBB menjadi jalur penting bagi ribuan pemudik yang menuju berbagai daerah di Jawa Barat.
 
Sebagai kawasan perlintasan strategis, KBB dilalui dua jenis jalur utama pemudik. Jalur tol yang menghubungkan Jakarta-Cikampek-Purwakarta-Padalarang-Cileunyi menjadi pilihan utama bagi sebagian besar pemudik. 

Sementara itu, jalur non-tol juga ramai dilalui melalui rute Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur-Cipatat-Padalarang, Karawang-Purwakarta-Cikalongwetan-Padalarang, serta Subang-Lembang menuju kawasan Priangan seperti Garut dan Tasikmalaya.
 
Kepala Dinas Perhubungan KBB, Mochammad Ridwan Evi menerangkan, semua persiapan telah direncanakan dengan matang. 

"Kita terus menyempurnakan persiapan dari sisi sumber daya manusia hingga fasilitas pendukung agar mudik tahun ini berjalan lancar," kata Ridwan, Selasa 10 Maret 2026.

Pihaknya memprediksi bakal terjadi dua gelombang lonjakan arus mudik. Gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 14 hingga 15 Maret 2026, seiring dengan penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi banyak pekerja. 

Sedangkan gelombang kedua bakal terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026, yang bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi dan akhir pekan.
 
"Kita antisipasi dua gelombang utama ini agar tidak terjadi kemacetan yang berlarut-larut. Gelombang pertama terkait WFA dan yang kedua menyambung dengan hari libur nasional serta weekend," jelasnya.
 
Untuk mendukung pelayanan, ungkap Ridwan, Dishub KBB bakal mendirikan lima posko pelayanan yang tersebar di berbagai titik strategis, yaitu Posko Induk di Kantor Pemkab Bandung Barat, Posko Padalarang, Posko Lembang, dan Posko BBS-Cipatik. 

"Sebanyak 120 personel akan ditempatkan baik di posko maupun dalam tim mobile untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan," ungkapnya.
 
Selain itu, juga telah disiapkan berbagai sarana pendukung lalu lintas, antara lain 10 rambu portable, 10 water barrier, 150 traffic cone, dan 30 lift jacket.
 
"Kita juga telah merencanakan upaya antisipasi kemacetan melalui rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan macet. Semua akan disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan, termasuk kanalisasi jalur untuk membagi aliran kendaraan," ucapnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti