Efek Mudik Lebaran, Warung hingga Restoran di Cirebon Penuh Sejak Subuh

Periode mudik Lebaran jadi berkah bagi para pedagang makanan, baik warung kecil hingga restoran di Cirebon diserbu pemudik yang beristirahat

Efek Mudik Lebaran, Warung hingga Restoran di Cirebon Penuh Sejak Subuh
Salah satu rumah makan di Cirebon yang dipadati pengunjung pada H+3 lebaran, Selasa (24/1). Padahal hari hari biasa, hampir semua rumah makan di kota dan kabupaten Cirebon relatif sepi pengunjung (Foto Maman Suharman/Inilahkoran)

INILAHKORAN.ID - Memasuki H+3 Hari Raya Idulfitri, tepatnya Selasa 24 Maret 2026, puluhan rumah makan di Kota dan Kabupaten Cirebon dipadati pengunjung. Lonjakan terjadi sejak pagi hari, baik di warung kecil hingga restoran besar, nyaris seluruhnya dipenuhi pembeli.

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean panjang terlihat di berbagai titik sentra kuliner. Para pedagang mengaku kewalahan melayani permintaan yang meningkat tajam dibanding hari biasa.

Sejak pagi, penjual makanan khas seperti nasi jamblang, nasi uduk, nasi kuning, hingga nasi lengko mengaku dagangannya habis dalam waktu singkat. Bahkan, sebagian besar pedagang menyebut makanan mereka ludes tidak sampai tiga jam setelah mulai berjualan.

Kondisi paling mencolok terlihat pada penjual nasi jamblang. Dengan stok yang relatif lebih banyak, mereka biasanya sudah mulai berjualan sejak pukul 05.00 WIB. Namun tingginya permintaan membuat dagangan tetap habis lebih cepat dari biasanya.

“Dari kemarin pembeli banyak sekali. Kami biasanya tutup malam, tapi sore saja sudah habis. Makanya malam kami tidak jualan,” kata Asep, salah satu pelayan nasi jamblang di kawasan Pelabuhan Cirebon.

Tak hanya warung tradisional, restoran berskala besar juga mengalami lonjakan pengunjung. Sejak pagi, hampir seluruh tempat makan dipenuhi pembeli, mayoritas merupakan pemudik yang tengah merayakan Lebaran di Cirebon.

Tingginya jumlah pengunjung bahkan membuat sebagian pembeli harus mengubah pilihan menu karena makanan yang diinginkan sudah habis.

“Dari kemarin saya pengen sekali makan lengko Pagongan. Eh sampai sini tempatnya penuh. Nunggu sampai siang malah kehabisan. Jadi terpaksa makan soto bening saja,” ujar Rismon, warga Jakarta yang tengah berlebaran di Kota Cirebon.

Di sisi lain, kondisi ini menjadi berkah bagi para pelaku usaha kuliner, terutama pedagang kecil yang berjualan di pinggir jalan seperti penjual nasi uduk, nasi kuning, docang, dan lengko.

Mereka mengaku mengalami peningkatan omzet signifikan selama arus mudik dan libur Lebaran. Lonjakan ini diduga dipicu oleh banyaknya pemudik yang memilih membeli makanan daripada memasak sendiri, serta keinginan mencicipi kuliner khas Cirebon.

“Ya lumayan omzet saya bisa dua kali lipat. Paling bertahan sampai hari ini, kan besok sudah hari kerja jadi kembali normal. Ini saja karena banyak pemudik makanya dagangan laris,” kata Neni, penjual docang.

Diperkirakan, lonjakan pengunjung ini akan mulai menurun seiring berakhirnya masa libur panjang dan kembalinya aktivitas kerja pada hari berikutnya. 


Editor : Ahmad Sayuti