Kontroversi HJG Makin panas, Benarkah Kabupaten Garut Berusia 209 Tahun?

Hari Jadi Garut (HJG) masih jadi perdebatan. Benarkah usia Kabupaten yang satu ini sudah 209 tahun? Simak kata sejarawan ini:

Kontroversi HJG Makin panas, Benarkah Kabupaten Garut Berusia 209 Tahun?
Kontroversi HJG terus bergulir. Benarkah Kabupaten Garut sudah berusia 209 tahun?

INILAHKORAN, Bandung- Kontroversi Hari Jadi Garut (HJG) kian panas. Apalagi, sebagian pihak merayakan hari jadi ke-209 Kabupaten Garut, Rabu 16 Februari 2022 ini.

Ini merupakan kali ketiga HJG  berlangsung di tengah pandemi Covid 19. Tak ayal, acara berlangsung sederhana dan tanpa kemeriahan seperti biasanya. 

Akan tetapi, benarkah Kabupaten Garut sudah berusia 209 tahun dengan tanggal pendirian pada 16 Februari?

Baca Juga: Amalan Ini Bikin Berat Timbangan Kebaikan Lebih dari Langit dan Bumi, Ustadz Hanan Attaki: Baca 100 Kali

Tanggal dan tahun pendirian Garut sejak lama jadi perdebatan sejumlah kalangan, terutama sejarawan atau pemerhati sejarah.

Seperti dikemukakan seniman yang juga pemerhati sejarah Dedi Efendi.

Penetapan HJG tanggal 16 Februari merupakan perubahan kali ketiga dari hari jadinya.

Hal itu mengacu pada pemindahan ibu kota Kabupaten Limbangan dari Kecamatan Balubur Limbangan ke daerah yang kini masuk kawasan perkotaan Garut oleh Bupati Raden Adipati Adiwijaya.

Peristiwa tersebut terjadi pada 1813. Sehingga jika mengacu pada 16 Februari 1813 maka Kabupaten Garut tahun ini menginjak usia 209 tahun.

Baca Juga: Dua Tahun Ngontrak, Kantor Kelurahan Situ Gede Kota Bogor Mendesak untuk Dibangun

"Tetapi jika melihat besluit (keputusan) Pemerintah Hindia Belanda mengenai Garut, akan ditemukan sejumlah kejanggalan yang patut dikadji lebih dalam," kata Dedi, Selasa (15/2/2022).

Jika melihat putusan VOC tanggal 22 Maret 1706 dan SJ Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, tanggal 16 Februari 1813 itu mengenai pemindahan ibu kota Kabupaten Limbangan ke daerah yang sekarang disebut Kecamatan Garut Kota.

Dalam SK tersebut, nama pemerintahannya tidak berubah melainkan tetap Kabupaten Limbangan.

Kabupaten Limbangan kemudian diganti namanya menjadi Kabupaten Garut dan beribukota Garut oleh Pemerintah Hindia Belanda sekitar seratus tahun kemudian, tepatnya pada 1 Juli 1913.

Baca Juga: Kunci Jawaban Tebak Kata Shopee Paling Baru Level 391, 392, 393, 394, 395, Bisa Dapat Hadiah

Hal itu berdasarkan SK Gubernur Jenderal Alexander Willem Frederik Idenburg No. 60 tertanggal 7 Mei 1913.

Kabupaten Limbangan bersama Kabupaten Sukapura sempat dibubarkan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels lewat SK-mya pada 2 Maret 1811 berkaitan Perubahan pembagian Jawa Barat menjadi kantor Landdrast (Wijziging in de verdeeling van het West Java in Landdrast ambten).

Namun Kabupaten Limbangan dibentuk lagi dengan adanya SK SK Gubernur Raffles tanggal 16 Februari 1813 itu.

Baca Juga: Permudah Layanan Pasien, RSUD Kota Bogor Luncurkan Aplikasi Digital

Adanya pengakuan Kabupaten Limbangan diperkuat dengan Surat Residen Priangan tanggal 19 Februari 1821 mengenai pembubaran Kabupaten Sukapura dan membagian distriknya ke Kabupaten Sumedang, Kabupaten Limbangan, dan Kabupaten Cianjur.

Ditambah putusan pengangkatan RAA Wiratanudatar VII menjadi Bupati Limbangan selama periode 1871-1915 dan menjadi Bupati Garut dalam periode 1913-1915.

"Kalau melihat fakta-fakta yang ada, Hari Jadi Garut itu menurut saya tanggal 1 Juli 1913, setelah Pemerintah Hindia Belanda memutuskan Kabupaten Limbangan berganti nama menjadi Kabupaten Garut," tegas Dedi.

Baca Juga: Tidak Mengamalkan Al-Quran dalam Hidup Ibarat Hewan Ternak yang Tersesat, Ustadz Handy Bonny Jelaskan Ini

Dengan begitu, usia Kabupaten Garut tahun ini bukan 209 tahun melainkan baru 109 tahun dengan Bupatinya yang pertama yaitu RAA Wiratanudatar VII. Dia juga sekaligus Bupati Limbangan terakhir.

Karenanya, Dedi mempertanyakan mengapa Pemkab Garut memutuskan HJG itu mengacu pada 16 Februari 1813.

"Apakah supaya Garut terlihat sudah tua ? Lalu, kalau Limbangan menjadi kabupaten, Limbangan mau mengambil hari jadinya yang mana ? Mau besluit VOC tanggal 15 November 1684, putusan VOC tanggal 22 Maret 1706, atau SJ Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles tanggal 16 Februari 1813 ?" tanyanya.

Baca Juga: Anggota DPRD Kota Bandung Soroti PTM yang Kini Masih Berlangsung

Sebelumnya, HJG diperingati setiap 17 Mei. Hal tersebut mengacu saat pergantian nama Kabupaten Limbangan menjadi Kabupaten Garut pada tanggal 17 Mei 1913.

Akan tetapi sejak 1963, HJG berubah dan diperingati setiap 15 September. Hal itu merujuk pada ditemukannya sebuah tulisan tertanggal 15 September 1813 di jembatan Leuwi Daun yang diartikan sebagai isyarat dimulainya pembukaan dan pembangunan sarana prasarana di kawasan kota Garut sebagai persiapan ibukota Kabupaten Limbangan.

Pada tahun 1982, tanggal HJG kembali berubah dan ditetapkan melalui Perda Kab. DT II Garut No. 11 Tahun 1981 tentang penetapan HJG yang diundangkan dalam lembaran daerah pada tanggal 30 Januari 1982. Dinyatakan, HJG itu pada tanggal 17 maret 1813.

Baca Juga: Kunci Jawaban Tebak Kata Shopee Paling Baru Level 381, 382, 383, 384, 385, Bisa Dapat Hadiah

Akan tetapi HJG berubah lagi dengan dicabutnya Perda Kab. DT II Garut No.11 tahun 1981 dengan Perda Garut No. 30 Tahun 2011 sekaligus menetapkan HJG menjadi tanggal 16 Februari 1813.***(zainulmukhtar)


Editor : inilahkoran