INILAHKORAN, Denpasar - Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts memberikan apresiasinya kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menjadikan Liga 1 2021/2022 berlangsung lebih menarik.
Saat Persib menghadapi Arema FC di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Rabu 9 Maret 2022 malam, Robert Alberts melihat wasit pertandingan mengalami penambahan. Sedianya tiga, kini menjadi lima.
Menurut Robert Alberts, hal itu sebagai upaya agar Liga 1 2021/2022 terlihat lebih fair play. Terlebih, kedua wasit tambahan itu ditempatkan di sisi gawang kedua tim.
"Saya rasa ada pergerakan dari Liga dengan menambah dua wasit karena kita semua tahu ada beberapa keputusan kontroversial dari wasit. Ini merupakan suatu langkah maju untuk membenahi Liga," ungkap Roberts Alberts usai pertandingan.
Pelatih asal Belanda ini semakin senang lantaran sang pengadil lapangan, memimpin pertandingan dengan baik. Tentunya, lanjutnya, persepak bolaan Indonesia semakin lebih baik.
"Ini merupakan laga yang bagus, mempertemukan dua tim bagus, dan juga diatur dengan perangkat pertandingan yang bagus pula. Ini bagus untuk sepak bola Indonesia," tegasnya.
Penambahan wasit ini juga terjadi di laga lainnya yang mempertemukan Persela Lamongan dan Persikabo 1973. Pertandingan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Rabu 9 Maret 2022.
Sebelumnya, Ketua Umum PSSI, Mochamad Irawan mengatakan penambahan wasit ini berencana akan terus dilakukan hingga Liga 1 2021/2022 berakhir. Sebab, saat ini kompetisi sudah memasuki pertandingan krusial karena hanya menyisakan beberapa laga.
Bahkan, lanjutnya, penggunaan wasit tambahan ini akan dilakukan juga di musim depan. Kemungkinan sampai PSSI bisa menggunakan asisten wasit video alias VAR (Video Assistant Referee).
"Untuk musim depan, opsinya ada dipakai lagi sebelum kita punya VAR. Mungkin ini akan terus kita lakukan," kata Mochamad Iriawan.
Penggunaan VAR diakui jauh lebih sulit. Selain biaya besar yang harus dikeluarkan, banyak hal yang perlu dipersiapkan.
"Harganya 87 miliar, satu kali laga hampir 200 sampai 250 juta. Wasitnya juga harus sekolah dulu, intinya kami ingin terus memperbaiki kualitas pengadil di lapangan, sehingga menghasilkan laga yang enak ditonton," tambah Iriawan.(Muhammad Ginanjar)***