Pesawat Haji Saudia Airlines Diancam Bom Lewat Email, Densus 88 Menduga Ada Keterlibatan WNA?
Densus 88 Antiteror Polri kini tengah mengusut lebih dalam dugaan keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam kasus ancaman bom terhadap pesawat Saudia Airlines bernomor penerbangan SV-5276 yang mengangkut jemaah haji asal Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kini tengah mengusut lebih dalam dugaan keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam kasus ancaman bom terhadap pesawat Saudia Airlines bernomor penerbangan SV-5276 yang mengangkut jemaah haji asal Indonesia.
Menurut Juru Bicara Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana, penyelidikan fokus pada asal-usul e-mail berisi ancaman peledakan yang dikirimkan pada Selasa (17/6) pagi. Densus juga menganalisis apakah pesan tersebut bersumber dari dalam atau luar negeri.
“Kami sedang memeriksa asal e-mail tersebut untuk mengidentifikasi motif dan potensi pelaku, termasuk dugaan pelaku WNA,” ujarnya dikutip Kamis 19 Juni 2025.
Dalam prosesnya, Densus 88 menggandeng otoritas keamanan Arab Saudi, mengingat objek ancaman adalah aset milik Kerajaan Saudi yang sedang berada di Indonesia.
“Saat ini pihak Saudi juga melakukan penyelidikan karena yang terancam adalah pesawat mereka. Meski lokasinya di Indonesia, obyeknya tetap menjadi tanggung jawab negara pengirim,” jelas Mayndra.
Ancaman tersebut membuat pilot pesawat yang mengangkut 442 jemaah haji Kloter 12 Debarkasi Jakarta-Bekasi dari Jeddah menuju Jakarta memutuskan mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara pukul 10.44 WIB.
Tim gabungan dari Polda Sumatera Utara, Jibom Brimob, Kodam I/Bukit Barisan, dan TNI AU langsung melakukan penyisiran menyeluruh di badan pesawat, kabin, dan bagasi.
Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menegaskan bahwa hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya bahan peledak atau benda mencurigakan di pesawat tersebut.
“Pemeriksaan menyeluruh telah dilakukan dan hasilnya nihil. Pesawat dinyatakan aman,” kata Kapolda.
Hingga kini, otoritas keamanan terus melacak sumber e-mail untuk memastikan apakah insiden ini bagian dari ancaman serius lintas negara atau ulah individu tak bertanggung jawab. Investigasi bersama antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi langkah penting untuk mengungkap dalang di balik ancaman terhadap penerbangan haji ini.
Editor : Firda Rachmawati

