Petani Sayuran Pangalengan Bandung Tanam 50 Ribu Pohon
Upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dilakukan para petani sayuran di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID- Upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dilakukan para petani sayuran di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Mereka melakukan penanaman sebanyak 50 ribu pohon di kawasan perbukitan belum lama ini.
Penanaman dilakukan secara bertahap dengan jenis pohon Mala, Kayu Manis, Pinus dan Kopi. Selain berfungsi sebagai penahan erosi di lahan miring, pohon-pohon tersebut juga memiliki nilai sosial dan ekonomi yang menjanjikan bagi petani.
Salah seorang petani sayuran di Pangalengan, Yusuf Supriadi mengatakan, inisiatif penanaman pohon ini berangkat dari kesadaran para petani yang selama ini mengelola lahan di daerah perbukitan.
“Kami sadar lahan di sini rawan longsor dan erosi. Kalau hanya ditanami sayuran tanpa tanaman keras, tanah cepat rusak. Karena itu kami sepakat menanam pohon yang bisa menjaga tanah sekaligus punya nilai ekonomi,” kata Yusuf, Sabtu 14 Februari 2026.
Menurutnya, penanaman 50 ribu pohon tersebut tidak hanya untuk kepentingan jangka pendek, tetapi sebagai investasi lingkungan bagi generasi mendatang. Jenis pohon seperti kayu manis dan kopi dinilai memiliki prospek pasar yang baik, sementara pinus dan mala berfungsi sebagai penyangga ekosistem.
Yusuf menambahkan, pola tanam yang diterapkan mengombinasikan tanaman sayuran dengan tanaman keras atau agroforestry. Dengan pola tersebut, petani tetap bisa berproduksi setiap musim, namun tetap menjaga keseimbangan alam.
“Harapannya, selain hasil sayuran tetap stabil, ke depan kami juga punya tambahan penghasilan dari kopi dan kayu manis. Jadi lingkungan terjaga, ekonomi juga meningkat,” ujarnya.
Langkah para petani di Pangalengan ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan lahan perbukitan yang berkelanjutan, terutama di wilayah selatan Kabupaten Bandung yang memiliki kontur tanah berbukit dan rawan bencana.
Editor : JakaPermana
