INILAH, Bandung - Untuk kali pertama Piala Menpora menggunakan Video Assistant Referee (VAR).
Teknologi yang juga digunakan di Piala Dunia 2018 itu akan diterapkan pada ajang berjenjang. Yakni Liga U-12, U-14, U-16, dan Liga Mahasiswa Piala Menpora 2019 di lapangan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jalan Setiabudi, Kota Bandung.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mengatakan penggunaan teknologi VAR ini akan sangat membantu kinerja wasit dalam memimpin pertandingan. Segala insiden yang terjadi di dalam lapangan dapat terekam dengan baik.
Sehingga kata dia, tidak timbul keresahan, keributan baik antar klub, suporter hingga masyarakat di cabang olahraga sepak bola. Padahal substansinya dari olahraga sendiri adalah sportivitas, respek, dan fair play.
"VAR ini bukan barang asing, jadi bisa diterapkan dan buktinya Bandung Premier Leegue ini bisa, kemudian dilanjutkan ke Piala Menpora," ujar Imam.
Imam berharap PSSI berani mengambil langkah tersebut. Pasalnya ia yakin bahwa VAR bisa membuat laga semakin fair dan kontroversi keputusan diminimalisir.
"Saya kira tidak ada salahnya kompetisi Liga pun, baik Liga 1, 2, 3 menggunakan VAR karena akan membawa suasana gembira baru bagi seluruh klub, pemain, suporter dan tentunya wasit itu sendiri," katanya.
Deputi Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta menambahkan teknologi VAR menjadi kali kedua diterapkan di Indonesia setelah Bandung Premier League. Namun, untuk skala nasional, baru Liga Sepak bola Berjenjang Piala Menpora 2019.
Sebanyak 5 ribu tim dari 157 daerah ambil bagian dalam Liga Sepakbola Berjenjang Piala Menpora 2019 dengan lima kategori yang dipertandingkan. Di antaranya, U-12, U-14, U-16, U-17 (putri), dan U-21 (mahasiswa).
Pertandingan akan dimulai dari seri kabupaten dan kota yang akan berlangsung dari 17 Maret sampai Juni. Pemenang seri kabupaten atau kota berhak masuk pada fase regional. Sedangkan, pada seri nasional akan berlangsung di berbagai daerah. Di antaranya U-12 di Palembang, U-14 di Solo, U-16 Tangerang, U-17 (putri)
Bandung, dan U-21 (mahasiswa) di Yogyakarta.