Polda Jabar Cek Ketersediaan Masker dan Hand Sanitizer di Pusat Perbelanjaan
Direktorat Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat melakukan pengecekan langsung ketersediaan masker dan hand sanitizer pada sejumlah Supermarket di Jawa Barat. Hasilnya, rata-rata mereka kehabisan stok dan belum dikirim kembali oleh suplayer.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Direktorat Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat melakukan pengecekan langsung ketersediaan masker dan hand sanitizer pada sejumlah Supermarket di Jawa Barat. Hasilnya, rata-rata mereka kehabisan stok dan belum dikirim kembali oleh suplayer.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga, mengatakan, Tim Subdit I/Indagsi Ditreskrimsus Polda Jabar melakukan pengecekan terhadap ketersediaan masker dan hand sanitizer di lokasi pertama yaitu Transmart Carrefour Cipadung, Rabu (4/3/2020).
Dalam pegecekan tersebut, lanjut Erlangga, untuk stok masker yang dijual sudah menipis. Sedangkan untuk pembelian masker tersebut masih dalam batas kewajaran, karena pihak Transmart menyediakan masker tidak banyak dan masker telah dipesan oleh pihak Transmart kepada Suplyer Wings dan DC.
"Namun, sampai dengan saat ini masih belum ada pengiriman masker ke Transmart Cipadung dikarenakan stok masker masih kosong dari Suplyer," ucap Erlangga dalam keterangan persnya, Kamis (5/2/2020).
Kemudian, Erlangga menuturkan, untuk stok hand sanitizer yang dijual di Transmart Carrefour Cipadung menurut Kepala Toko telah habis pada tanggal 14 Februari 2020. Pasalnya, pembelian konsumen akan hand sanitizer cukup tinggi, sementara ketersediaan stok tidak banyak.
"Untuk produk Hand Sanitizer di Transmart Cipadung dipasok dari Suplyer Wings dan DC dan sampai dengan saat ini Transmart Cipadung masih belum di dikirim kembali pasokan Hand Sanitizer tersebut," ujar Erlangga.
Setali tiga uang, stok masker di pusat perbelanjaan berikutnya yaitu Borma Cipadung juga mengalami kekosongan. Hal itu dikarenakan, hingga saat ini pihak suplayer belum juga mengirim stok masker ke toko tersebut.
"Untuk pembelian masker selama 3 minggu terakhir cukup meningkat namun stok masker yang disediakan hanya 500 pcs. Masker telah dipesan oleh pihak Borma kepada Suplyer Cahaya Lintas dari daerah Cirebon, namun sampai dengan saat ini Masker belum dikirim kembali oleh Suplyer karena kekosongan stok dari Suplyer," tutur Erlangga.
Sementara itu, untuk ketersediaan stok hand sanitizer pihak Borma Cipadung pun mengaku tidak memiliki stok dan belum dikirim kembali oleh pihak suplayer. Konsumen yang membeli Hand sanitizer meningkat selama 1 bulanan terakhir namun stok yang dijual di Borma Cipadung tidak banyak.
"Produk Hand Sanitizer di Borma Cipadung dipasok dari Suplyer Bina San Prima, Surya Donasin Kopo dan Sayap Mas Utama Leuwipanjang dan sampai dengan saat belum mendapat kiriman stok Hand Sanitizer dari Suplyer, karena pihak Suplyer mengaku bahwa mereka tidak memiliki stok barang," ungkap Erlangga.
Selain di kedua Supermarket tersebut, Erlangga menuturkan Ditreskrimsus Polda Jabar juga melakukan pengecekan ke dua toko selanjutnya. Yaitu, Lotte Grosir Bandung dan Carrefour Kiaracondong.
Hasilnya pun sama, keduanya mengaku kehabisan stok masker serta hand sanitizer dan belum mendapatkan kiriman dari para suplayer.
Erlangga pun menegaskan, jika terbukti adanya penimbunan masker dan hand sanitizer, pihaknya tidak akan segan-segan untuk melakukan penindakan secara hukum yang berlaku.
"Polda Jabar dan jajaran akan melakukan penegakkan hukum dengan tegas bagi para pelaku penimbunan masker dan hand sanitizer serta menyebarkan berita bohong atau hoaks tentang isu virus corona yang dapat meresahkan masyarakat," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)
Editor : Bsafaat


