Pordasi Kabupaten Cirebon Terancam Tidak Ikuti Babak Kualifikasi Porprov Jabar 2026

Pengcab Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia Pordasi Kabupaten Cirebon terancam tidak mengikuti babak kualifikasi Porprov Jabar 2026. 

Pordasi Kabupaten Cirebon Terancam Tidak Ikuti Babak Kualifikasi Porprov Jabar 2026
Pelaksanaan babak kualifikasi Porporv Jabar 2026 itu akan digelar pada Oktober 2025. Hingga kini, Pengcab Pordasi Kabupaten Cirebon tidak memiliki cukup dana untuk memberangkatkan tim. (ilustrasi/net)

INILAHKORAN, Cirebon - Pengcab Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia Pordasi Kabupaten Cirebon terancam tidak mengikuti babak kualifikasi Porprov Jabar 2026. 

Pelaksanaan babak kualifikasi Porporv Jabar 2026 itu akan digelar pada Oktober 2025. Hingga kini, Pengcab Pordasi Kabupaten Cirebon tidak memiliki cukup dana untuk memberangkatkan tim.

Ketua Pengcab Pordasi Kabupaten Cirebon Jayadi mengatakan, kalau untuk memberangkatkan tim ke babak kualifikasi Porprov Jabar 2026 memerlukan biaya yang tidak sedikit. Pihaknya harus membiayai tidak hanya atlet (joki) namun juga harus memikirkan kesehatan kuda dan juga tim lainnya.

"Sedangkan stimulan dari KONI Kabupaten Cirebon yang kami andalkan untuk berangkat BK, ternyata jauh dari ekspektasi. Kami hanya menerima sekitar Rp8 juta saja, dari Rp19 juta yang diharapkan," ujar Jayadi, Senin 16 Juni 2025.

Stimulan yang diterima Pordasi, Kabupaten Cirebon menurut Jayadi, tidak cukup untuk membiayai tim untuk berangkat ke babak kualifasi nanti. Terlebih, untuk babak kualifikasi nanti ada dua tempat pelaksanaan yakni di Pangandaran dan juga Bekasi.

"Pordasi awalnya sudah menandatangani kuitansi stimulan bersama cabor lainnya dengan nominal Rp19.400.000 dengan cara transfer. Tapi setelah 2 mingguan belum juga ada pencairan," ucapnya.

Dijelaskan Jayadi, pada saat dirinya mencoba untuk melakukan konfirmasi terkait stimulan tersebut, dirinya terkesan di ombang ambing. Setelah diketemukan dengan ketua KONI, dirinya baru mengetahui kalau Pordasi hanya mendapatkan Rp8 juta saja dengan alasan pemerataan.

"Kalau bicara kuda dan joki, kami sebenarnya sudah siap untuk berangkat ke BK. Cuma karena stimulannya tidak mencukupi kami juga pasrah," ungkapnya.

Sementara, saat dikonfirmasi ketua KONI Kabupaten Cirebon Sutardi Raharja mengatakan kalau pemberian stimulan yang diberikan pihaknya berdasarkan surat keputusan KONI. Dimana pemberian stimulan tersebut berdasarkan juga berdasarkan kesiapan Cabor dalam melakukan pembinaan dan lain sebagainya.

"Ada beberapa kriteria dalam pemberian stimulan, yang pertama pembagian rata sebanyak 30 persen dari anggaran yang diterima KONI yakni Rp1 miliar. Jadi dari 45 Cabor yang ada semua rata mendapatkan 30 persen," ujar Sutardi .

Lebih lanjut dikatakan Sutardi, kriteria kedua adalah Cabor yang melakukan pembinaan secara rutin akan mendapatkan tambahan sebanyak 30 persen. KONI saat ini memiliki aplikasi yang bernama SIPOR, dimana SIPOR ini Cabor menyampaikan informasi seperti jumlah atlet, jadwal latihan, tempat latihan dan lain sebagainya.

"Berdasarkan informasi yang ada di SIPOR tersebut, kami pun melakukan monitoring ke Cabor secara diam-diam. Kalau pada saat monitoring itu benar adanya pembinaan maka Cabor tersebut mendapatkan tambahan 30 persen lagi," paparnya.

Dia menambahkan, stimulan juga dihitung dari Cabor yang memiliki prestasi di Porprov sebelumnya dan juga prestasi di PON terakhir. Jadi Cabar yang berhasil meraih prestasi pada ajang Porprov dan PON dipastikan akan mendapatkan stimulan yang berbeda.

"Jadi kalau Cabor yang memiliki prestasi dan tidak pasti stimulan nya berbeda. Terlebih Cabor itu tidak melakukan pembinaan, secara otomatis stimulannya hanya mendapatkan 30 persen saja atau sekitar Rp8 juta," tukasnya.


Editor : Doni Ramdhani