INILAH, Yogyakarta- Ada kejadian menarik dalam kampanye terbuka Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto di Yogyakarta pada Senin (8/4) kemarin. Prabowo diteriaki massa ketika ia menyebut nama Titiek Soeharto.
Melalui siaran persnya, Selasa (9/4), pada awalnya, Prabowo memperkenalkan para tokoh masyarakat yang mendampinginya dalam berkampanye. Mulai dari Ketua
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Jenderal (Purn) Djoko Santoso, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, Rachmawati Soekarnoputri, Roy Suryo hingga Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto.
Ketika Prabowo menyebut nama Titiek Soeharto, ribuan masyarakat Yogyakarta yang hadir dalam kampanye terbuka itu pun sontak bersorak sorai. Mendapat respon dari massa, Prabowo pun langsung memanggil Titiek Soeharto untuk berdiri menyapa ribuan rakyat Yogyakarta sembari menggodanya.
"Loh kenapa kalian ini kok malah ramai? Kenapa pas saya sebut Bu Siti Hediati Soeharto malah ramai? Coba sini Bu Titiek maju dulu," tutur Prabowo sembari menggoda Titiek Soeharto.
"Kenapa Kalo saya sebut Siti Hediati Soeharto kok sambutan kalian lebih meriah dari saya?. Eh ini yang Calon Presiden aku," seloroh Prabowo.
Selain itu, momen menarik juga terjadi ketika Prabowo tiba-tiba mendapatkan singkong dan topi caping khas petani dari perwakilan 100 orang warga Kabupaten Gunung Kidul yang berjalan kaki menuju lokasi kampanye terbukanya.
Koordinator pejalan kaki yang juga merupakan Ketua relawan Prasa Gunung Kidul, Subardiono berharap agar Prabowo bisa menurunkan harga pupuk dan memberi kestabilan harga pertanian yang sekarang sedang anjlok.
"Mudah-mudahan jika bapak Prabowo menjadi presiden harga pupuk bisa turun dan harga harga pertanian bisa stabil. Biar hidup kami sejahtera karena mayoritas warga gunung Kidul adalah petani," kata Subardiono.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa dirinya akan menjamin ketersediaan pupuk untuk seluruh petani di Indonesia jika dirinya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024. Bahkan, jika perlu pemerintahan yang dipimpinnya akan memberikan subsidi besar besaran untuk para petani demi meningkatkan kesejahteraan.
"Saya berjanji pupuk akan tersedia untuk para petani kita, kalau perlu kita subsidi habis habisan, uang rakyat harus dinikmati rakyat," ungkap Prabowo yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan dari ribuan masyarakat Yogyakarta yang hadir dalam kampanye terbukanya.
Mendengar jawaban Prabowo, Subardiono langsung memberikan singkong dan topi caping petani yang ia bawa dar Gunung Kidul. Ia menjelaskan bahwa singkong merupakan hasil pertanian dari Gunung Kidul yang kini harganya sangat murah, sedangkan topi caping merupakan tanda untuk memberikan keteduhan untuk masyarakat Indonesia.
"Pak ini saya kasih topi caping dan singkong untuk bapak, agar bapak terus membela petani dan bapak dapat memberikan keteduhan untuk kita semua," ungkap Subardiono.
Tak hanya itu, Prabowo juga mendapatkan sumbangan dana perjuangan dari masyarakat Yogyakarta yang dihimpun oleh Ketua pelaksana kampanye terbukanya di Yogyakarta yakni Letjen TNI (Purn) Langgeng Sulistyono sebesar Rp 39 juta.
Mendapatkan sumbangan dana perjuangan dari rakyat Yogyakarta, Prabowo pun semakin terharu. Ia memohon maaf bahwa dirinya yang malah mendapat uang dari rakyat, bukan dirinya yang memberikan uang kepada rakyat pada kampanye Pemilu 2019 ini.
"Terimakasih banyak, Bukan saya yang memberikan uang kepada rakyat, tetapi rakyat yang memberikan uang kepada saya. Mari kita rebut Kemenangan tanggal 17 April. Pulang dari sini kita ajak tentanga kita saudara kita untuk sama-sama kita jaga TPS, hitung jangan sampai kekurangan dan kelebihan, insyaAllah rakyat menang," tandasnya