Prediksi Cuaca Rabu 11 Maret 2026 Nihil, Namun Hujan Tetap Turun di Cirebon
Prakiraan cuaca tiga harian yang dirilis Stasiun Klimatologi Jawa Barat untuk wilayah Ciayumajakuning dan Sumedang ternyata meleset.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Prakiraan cuaca tiga harian yang dirilis Stasiun Klimatologi Jawa Barat untuk wilayah Ciayumajakuning dan Sumedang ternyata meleset.
Pasalnya, prediksi cuaca pada Rabu 11 Maret 2026 yang berstatus nihil atau diperkirakan tidak terjadi hujan kenyataanya berbeda.
Tercatat, Rabu 11 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 WIB hujan di sebagian wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon, turun cukup lebat. Meskipun intesitasnya tidak terlalu lama, namun cuaca di dua wilayah ini mendung pekat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mengakui, Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk tanggal 9 dan 10 Maret 2026. Statusnya adalah "waspada" potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Ciayumajakuning dan Sumedang.
Prediksi tersebut terbukti akurat karena pada dua hari itu hujan deras mengguyur Kota dan Kabupaten Cirebon. Bahkan, beberapa titik dilaporkan mengalami genangan air meski dalam skala kecil.
Namun, pada 11 Maret 2026 prakiraan cuaca dinyatakan nihil. Kenyataannya, kondisi cuaca di sejumlah wilayah Cirebon tetap diguyur hujan meski tidak merata.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cirebon Syamsul Huda menjelaskan, pihaknya hanya menerima informasi prakiraan cuaca dari Stasiun Klimatologi Jawa Barat sebagai langkah antisipasi kebencanaan.
"Kami menerima prakiraan cuaca sebagai langkah persiapan menghadapi potensi bencana. Namun kondisi cuaca memang tidak bisa diprediksi secara pasti karena sifatnya yang dinamis,” ujar Syamsul Huda.
Dia mengaku, perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini memang sulit diperkirakan secara presisi karena dipengaruhi berbagai faktor atmosfer.
"Sekarang cuaca cepat berubah. Kadang panas terik, tidak lama kemudian turun hujan. Itu yang membuat prediksi tidak selalu sama dengan kondisi lapangan," jelasnya.
Ketidakakuratan prakiraan cuaca tersebut juga dikeluhkan warga. Zezen, warga Sumber, mengaku bingung dengan kondisi cuaca yang sulit diprediksi meski sudah ada informasi resmi dari lembaga klimatologi.
"Kami sebagai masyarakat jadi bingung. Seharusnya lembaga yang punya alat canggih bisa memprediksi cuaca dengan tepat, tapi kenyataannya sering berbeda," ujar Zezen.
Menurutnya, situasi tersebut membuat masyarakat kesulitan menentukan aktivitas harian, terutama bagi mereka yang bekerja di luar ruangan.
"Kadang pagi cerah, siang tiba-tiba hujan deras. Jadi serba tidak menentu," keluhnya.
Warga lainnya, Joni, bahkan memilih pasrah menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Dia memprediksi, hujan masih akan terus turun hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Sepertinya hujan masih akan terus turun sampai Lebaran. Kami hanya bisa pasrah karena tidak bisa melawan kondisi alam," jelasnya.
Editor : Doni Ramdhani
