Presiden Anyar PKS Minta Kader Jaga 5 Rumah Perjuangan dan Tetap Kritis Terhadap Pemerintah
Presiden anyar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzzammil Yusuf meminta kader, untuk menjaga lima rumah perjuangan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Presiden anyar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzzammil Yusuf meminta kader, untuk menjaga lima rumah perjuangan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ini dikatakan Al Muzzammil, kala menghadiri Bimbingan Teknis dan Political Strategic DPW PKS Jabar di Kota Bandung, Kamis 12 Juni 2025.
Jawa Barat diakuinya, sebagai lumbung suara nasional dan wilayah strategis dalam sejarah panjang perjuangan PKS. Maka dari itu, dia meminta para kader untuk menjaga lima rumah perjuangan.
Antaranya rumah pribadi (keluarga), rumah ibadah (tempat penguatan spiritual), rumah PKS (pusat perjuangan politik), rumah kebangsaan (penguatan persatuan nasional) dan rumah kemanusiaan (pengabdian lintas golongan).
“PKS siap mengisi koalisi pemerintahan dengan maksimal. Bila berhasil, kami turut bahagia. Bila gagal, kami pun bertanggung jawab,” ujar Al Muzzammil.
Dia menegaskan, PKS akan menjadi mitra pemerintahan yang loyal namun kritis, solutif, dan siap memberi koreksi jika arah kebijakan melenceng dari visi Presiden Prabowo.
Dirinya juga menyampaikan bahwa PKS tengah menyiapkan susunan kepengurusan baru dan telah meminta waktu bertemu Presiden untuk menyampaikan langsung. PKS, katanya, tidak ingin menjadi penonton, melainkan turut aktif membangun bangsa dari dalam sistem.
PKS juga menyoroti pentingnya menjaga dinamika demokrasi tetap dalam koridor pelayanan publik.
“Demokrasi tanpa orientasi pada rakyat adalah dinamika yang hampa,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Barat Haru Suandharu menyambut hangat kehadiran presiden PKS di tanah Pasundan. Ia menilai kehadiran Al Muzzammil adalah bentuk penghargaan terhadap kerja-kerja kader PKS di Jawa Barat, meski target pemilu sebelumnya belum sepenuhnya tercapai.
“Beliau menekankan pentingnya kembali ke basis utama: ketahanan keluarga, spiritualitas, dan penguatan internal partai. Tanpa itu, kemenangan politik tak akan bermakna,” ujar Haru.
Menurutnya, Jawa Barat patut berbangga karena menjadi DPW dengan kader terbanyak secara nasional. Meskipun ada penurunan dari sisi eksekutif, dari sisi legislatif PKS justru mengalami peningkatan.
Editor : JakaPermana

