Setelah Dilatih Tanggap dan Tangguh Bencana, Kader PKK Jadi Kader Kujang
Anggota PKK Kota Bogor dilatih untuk tanggap dan tangguh menghadapi bencana. Pelatihan bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan kader mitigasi dini bencana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Anggota PKK Kota Bogor dilatih untuk tanggap dan tangguh menghadapi bencana. Pelatihan bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan kader dalam melakukan mitigasi dini jika terjadi bencana di wilayah masing-masing.
Kegiatan itu dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin dan Ketua TP PKK Kota Bogor Yantie Rachim yang didampingi organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan para camat.
"Di tahun ini sampai hari ini sudah ada 600 kejadian bencana di Kota Bogor. Mulai dari kebakaran, longsor dan lain-lain," ungkap Jenal.
Jenal memaparkan, pelatihan ini menjadi pemicu kesadaran bahwa keselamatan, keberlangsungan hidup dan nasib masyarakat merupakan hal penting yang harus menjadi perhatian bersama.
"Bencana tidak bisa kita hindari. Maka dengan kesiapsiagaan dan jangan panik ketika bencana datang, butuh pelatihan dan ilmu," papar Jenal.
Jenal menjelaskan, upaya penanganan kebencanaan yang selama ini dilakukan Pemkot Bogor kini diperkuat dengan keterlibatan kader PKK. Langkah mitigasi dapat dilakukan secara lebih komprehensif.
Selain kesiapsiagaan bencana, Jenal juga menekankan pentingnya kesehatan masyarakat dalam upaya mitigasi maupun penanganan bencana.
"Saya mengapresiasi pelaksanaan cek kesehatan gratis yang dirangkaikan dengan pelatihan tersebut," jelasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Bogor Yantie Rachim berharap pelatihan ini dapat membangun kesadaran masyarakat bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat.
"Melalui sinergi antara pemerintah, TP PKK, kader, masyarakat, serta dunia usaha, diharapkan terbentuk masyarakat Kota Bogor yang semakin tanggap, tangguh, mandiri, dan senantiasa siap menghadapi berbagai potensi bencana," ungkap Yantie.
Sedangkan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor Rakhmawati menerangkan pelatihan dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, kepedulian, dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap isu kesehatan, perlindungan keluarga, serta upaya menghadapi bencana.
"PKK Kota Bogor sebagai mitra pemerintah berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat untuk membangun ketahanan keluarga serta memperkuat peran kader sebagai penggerak masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi dan risiko bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu," terang Rakhmawati.
Rakhmawati memaparkan, pelatihan tersebut sekaligus memberikan edukasi komprehensif, khususnya kepada anggota Pokja IV di tingkat kecamatan dan kelurahan, sehingga menghasilkan 80 kader.
yang selanjutnya disebut sebagai Kader Kesiapsiagaan untuk Jangka Panjang (Kujang).
Editor : Doni Ramdhani
