Presiden LaLiga, Javier Tebas, menyampaikan pesan penting bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

Presiden LaLiga, Javier Tebas, menyampaikan pesan penting bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
Presiden LaLiga, Javier Tebas, menyampaikan pesan penting bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

INILAHKORAN, BandungPresiden LaLiga, Javier Tebas, menyampaikan pesan penting bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Tebas menegaskan bahwa kunci utama kemajuan sebuah liga adalah adanya struktur Kompetisi yang kuat dan berkesinambungan di seluruh jenjang usia.

"Hal pertama adalah memiliki struktur Kompetisi yang kuat di semua kategori usia," ujar Tebas, seperti dikutip dari ANTARA.

Sebagai perbandingan, Tebas mencontohkan keberhasilan Spanyol lewat keberadaan turnamen seperti Copa del Rey yang berjalan beriringan dengan LaLiga. Hal serupa juga diterapkan di Inggris dengan Piala FA dan Italia melalui Coppa Italia.

Menurut pria asal San Jose, Kosta Rika itu, Indonesia perlu memiliki turnamen sejenis yang bukan hanya bersifat pramusim.

Di Indonesia sendiri, turnamen resmi terakhir adalah Piala Indonesia 2018/2019. Setelah itu, turnamen serupa absen dan hanya digantikan oleh Piala Presiden yang bersifat pramusim, tanpa kesinambungan sistem promosi dan degradasi.

Tebas menilai, dengan adanya Kompetisi yang menyeluruh dari usia muda hingga level senior, talenta muda Indonesia bisa lebih cepat berkembang dan bersaing di level profesional sebelum usia 20 tahun.

"Ketika pemain berusia 18 tahun, mereka sudah dapat berkompetisi di liga profesional tingkat pertama Indonesia," tambahnya.

Selain itu, Tebas juga menyoroti pentingnya regulasi pemain asing. Liga 1 Indonesia saat ini mengizinkan delapan pemain asing per klub. Menurutnya, kebijakan ini baik, namun tetap harus dibarengi dengan struktur liga yang kokoh.

"Membawa pemain asing ke Kompetisi tertinggi juga tepat untuk membuat Kompetisi itu lebih kompetitif. Namun, jika Anda tidak memiliki Kompetisi yang terstruktur dengan baik, maka nantinya tidak dapat berkembang menjadi kompetitif," tegasnya.

Tak hanya soal teknis di lapangan, Tebas juga menekankan pentingnya fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan dalam pengelolaan liga.

"Memiliki Kompetisi nasional harus sangat kuat secara finansial, tetapi bukan dalam arti banyak uang, melainkan berkelanjutan secara ekonomi. Karena jika Anda ingin Kompetisi ini tumbuh secara profesional, para pemain juga harus jauh lebih kompetitif di tingkat nasional," ujarnya.

Saat ini, Liga 1 Indonesia masih berada di peringkat ke-25 Asia versi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Sementara itu, Liga Pro Arab Saudi menempati posisi pertama, dan Liga Thailand menjadi liga terbaik di Asia Tenggara dengan berada di peringkat ketujuh.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan